Wednesday, July 29, 2020

50 Lansia Sebatang Kara



Kisah Nyata Penyelamatan Buddha Amitabha
50. Lansia Sebatang Kara

Yuan Bei, penduduk Nanjing, Provinsi Jiangsu, lahir tahun 1944, meninggal dunia pada tanggal 20 Juni 2020 pukul 8 pagi.

Kehidupan lansia ini sungguh memilukan. Meskipun serupa dengan orang lain umumnya, semasa muda menikah dan berumah tangga, tetapi pernikahannya tidak bahagia, usia 38 tahun bercerai dengan suaminya.

Dia merupakan wanita yang berwatak keras, hampir tidak pernah saling menyapa dengan adik laki-lakinya, hanya tersisa satu-satunya putri kandungnya, tetapi hubungan Ibu dan anak juga tidak harmonis, putrinya mengusirnya dari rumah, lalu dia menyewa rumah di luar.

Seorang wanita berwatak keras menghadapi sederet cobaan hidup, barulah mengantarnya memasuki Pintu Buddha. Mulanya dia melatih metode yang mengandalkan diri sendiri, tidak memperoleh ketenangan batin.

Kemudian dia mengenal Ajaran Sukhavati, bersama dengan para sahabat Dharma melafal Amituofo. Saat berada di rumah sendirian, dia akan mendengar ceramah, penyelamatan Buddha Amitabha telah melembabkan ladang hatinya yang gersang, dia selalu berkata : “Untunglah masih ada Pintu Dharma yang sedemikian bagusnya, akhirnya saya memperoleh penyelamatan!”

Pada bulan November 2019, putrinya wafat di rumah, setelah beberapa hari barulah ditemukan orang lain. Lansia dikarenakan terlampau bersedih, akhirnya jatuh sakit.

Para sahabat Dharma membesuk dan menghiburnya, sekali lagi menyampaikan padanya tentang penyelamatan Buddha Amitabha yang tanpa syarat, meskipun seluruh manusia di dunia ini tidak ada yang mau peduli dengannya, namun Buddha Amitabha akan tetap menghargai dan mengasihinya, kasih sayang ini takkan berubah buat selama-lamanya.

Lansia berhasil keluar dari kepiluannya, bahkan mempersembahkan dana kepada Tri Ratna, melafal Amituofo dan melimpahkan jasa kebajikan kepada mendiang putrinya, berharap putrinya terlepas dari lautan penderitaan, terlahir ke Tanah Suci Sukhavati mencapai KeBuddhaan.

Bulan Desember 2019, oleh karena menderita sakit di bagian pinggang, sehingga tidak mampu mengurus diri sendiri, lalu pindah ke panti jompo.

Ketika sahabat Dharma membesuknya, bertanya padanya : “Apakah Oma bersedia terlahir ke Alam Sukhavati?” Lansia menjawab dengan penuh kepastian : “Tentu saja bersedia, sepanjang hayatku begitu merana, saya harus terlahir ke Alam Sukhavati.”

Tanggal 17 Juni 2020, Lansia yang bernama Yuan Bei tersebut berkata pada ketua pengurus panti jompo : “Saya melihat banyak Bunga Lotus melayang jatuh dari angkasa, saya juga melihat Buddha Amitabha. Buddha Amitabha berkata : Masa hidupmu di dunia telah habis, tidak dapat ditunda lagi, dalam waktu dekat ini Saya akan datang menjemputmu.”

Lansia memiliki satu unit rumah tidak ada yang mengurusnya, akhirnya diserahkan kepada ketua panti jompo, berkata dia harus terlahir ke Alam Sukhavati, hal lainnya menuruti jodoh apa adanya.

Tanggal 20 Juni, pukul 6 pagi lewat sedikit, lansia berkata : “Apapun tidak dihendaki lagi, hanya ingin terlahir ke Alam Sukhavati saja.”

Tepal pukul 8 pagi, lansia menghembuskan napas terakhir. Usai itu para sahabat Dharma membantunya melafal Amituofo 12 jam lamanya, mereka menemukan sekujur tubuh lansia lentur, wajahnya penuh kedamaian, beliau pasti meninggal dunia dengan penuh sukacita.

Lansia Yuan Bei, sepanjang hayatnya telah kenyang akan kesengsaraan, benar-benar merasakan pahit getirnya kehidupan manusia yang penuh dengan kehampaan, kesepian, ketika dia berjalan sampai di akhir pengelanaan-nya, barulah menyadari ternyata Buddha Amitabha telah menantinya begitu lama.

Disampaikan secara lisan oleh : Fo Ru Ru
Dicatat oleh : Venerable Shi Zongyi




袁蓓,江苏南京人,1944年出生,2020年6月20日早上8点往生。

老人的一生是极其悲苦的。年轻时虽然跟常人一样结婚,但是她的婚姻并不幸福,38岁那年与丈夫离婚。她是一个极其好强的女人,跟自己的亲弟弟几乎都没有交往,只剩下唯一的女儿,但是母女感情不和,被女儿赶出家门,就一个人在外租房子住。

这么一个好强的女人却是接连碰壁,这才走进佛门。一开始学习自力修行法门,并没有获得安心。后来转入净土法门,跟莲友们一起共修念佛。她一个人在住所的时候,就会拿出播经机听师父讲法,弥陀的救度法水流进了她那乾涸的心田,她经常感叹说:好在有这么好的一个法门,我可得救了!

2019年11月,女儿病死于家中,几天后才被人发现。老人因伤心过度病倒了,莲友们去关怀、慰问她,再次为她宣说阿弥陀佛无条件的救度,即使她被全世界的人抛弃,阿弥陀佛依旧珍爱着她,永不改变。老人从悲痛中走出来了,并且拿出很多钱代其女供养三宝,念佛超度女儿,只希望她能脱离苦海,往生净土成佛。

2019年12月,因腰部疼痛无法自理,入住君兆养老院。莲友们看望她时,就问她:要不要到西方极乐世界去?老人很坚定地回覆说:要的,我苦死了,一定要往生极乐世界。

2020年6月17日晚上,袁蓓老人跟杨院长说:我看到天上掉下来好多莲花,还看到了阿弥陀佛。阿弥陀佛说:你阳寿尽了,不能再等了,最近要来接你。’”

老人有一处居住的房产要处理,就交代委托杨院长全权办理,说她一定要往生极乐世界,其他的随缘了。

20日早上6点多,老人说:什么都不要了,就要到极乐世界。8点钟,就阿、阿、阿地念着佛往生了。老人断气之后,莲友们念佛12小时,以示欢送。念完佛,发现老人全身如婴儿般柔软,面容十分安详,她走的时候内心定是欢喜的。

袁蓓老人一辈子尝尽人生的酸楚、艰辛,真真切切地体会到了人生的孤独,就在她走到生命绝境之处,才发现阿弥陀佛已经等候多时。真可谓置之死地而后生,生命失去全部依托时,被阿弥陀佛揽入怀中。生命的尽头是佛恩的开始。

    佛如如 述
释宗翼 记