Wednesday, July 29, 2020

50 Lansia Sebatang Kara



Kisah Nyata Penyelamatan Buddha Amitabha
50. Lansia Sebatang Kara

Yuan Bei, penduduk Nanjing, Provinsi Jiangsu, lahir tahun 1944, meninggal dunia pada tanggal 20 Juni 2020 pukul 8 pagi.

Kehidupan lansia ini sungguh memilukan. Meskipun serupa dengan orang lain umumnya, semasa muda menikah dan berumah tangga, tetapi pernikahannya tidak bahagia, usia 38 tahun bercerai dengan suaminya.

Dia merupakan wanita yang berwatak keras, hampir tidak pernah saling menyapa dengan adik laki-lakinya, hanya tersisa satu-satunya putri kandungnya, tetapi hubungan Ibu dan anak juga tidak harmonis, putrinya mengusirnya dari rumah, lalu dia menyewa rumah di luar.

Seorang wanita berwatak keras menghadapi sederet cobaan hidup, barulah mengantarnya memasuki Pintu Buddha. Mulanya dia melatih metode yang mengandalkan diri sendiri, tidak memperoleh ketenangan batin.

Kemudian dia mengenal Ajaran Sukhavati, bersama dengan para sahabat Dharma melafal Amituofo. Saat berada di rumah sendirian, dia akan mendengar ceramah, penyelamatan Buddha Amitabha telah melembabkan ladang hatinya yang gersang, dia selalu berkata : “Untunglah masih ada Pintu Dharma yang sedemikian bagusnya, akhirnya saya memperoleh penyelamatan!”

Pada bulan November 2019, putrinya wafat di rumah, setelah beberapa hari barulah ditemukan orang lain. Lansia dikarenakan terlampau bersedih, akhirnya jatuh sakit.

Para sahabat Dharma membesuk dan menghiburnya, sekali lagi menyampaikan padanya tentang penyelamatan Buddha Amitabha yang tanpa syarat, meskipun seluruh manusia di dunia ini tidak ada yang mau peduli dengannya, namun Buddha Amitabha akan tetap menghargai dan mengasihinya, kasih sayang ini takkan berubah buat selama-lamanya.

Lansia berhasil keluar dari kepiluannya, bahkan mempersembahkan dana kepada Tri Ratna, melafal Amituofo dan melimpahkan jasa kebajikan kepada mendiang putrinya, berharap putrinya terlepas dari lautan penderitaan, terlahir ke Tanah Suci Sukhavati mencapai KeBuddhaan.

Bulan Desember 2019, oleh karena menderita sakit di bagian pinggang, sehingga tidak mampu mengurus diri sendiri, lalu pindah ke panti jompo.

Ketika sahabat Dharma membesuknya, bertanya padanya : “Apakah Oma bersedia terlahir ke Alam Sukhavati?” Lansia menjawab dengan penuh kepastian : “Tentu saja bersedia, sepanjang hayatku begitu merana, saya harus terlahir ke Alam Sukhavati.”

Tanggal 17 Juni 2020, Lansia yang bernama Yuan Bei tersebut berkata pada ketua pengurus panti jompo : “Saya melihat banyak Bunga Lotus melayang jatuh dari angkasa, saya juga melihat Buddha Amitabha. Buddha Amitabha berkata : Masa hidupmu di dunia telah habis, tidak dapat ditunda lagi, dalam waktu dekat ini Saya akan datang menjemputmu.”

Lansia memiliki satu unit rumah tidak ada yang mengurusnya, akhirnya diserahkan kepada ketua panti jompo, berkata dia harus terlahir ke Alam Sukhavati, hal lainnya menuruti jodoh apa adanya.

Tanggal 20 Juni, pukul 6 pagi lewat sedikit, lansia berkata : “Apapun tidak dihendaki lagi, hanya ingin terlahir ke Alam Sukhavati saja.”

Tepal pukul 8 pagi, lansia menghembuskan napas terakhir. Usai itu para sahabat Dharma membantunya melafal Amituofo 12 jam lamanya, mereka menemukan sekujur tubuh lansia lentur, wajahnya penuh kedamaian, beliau pasti meninggal dunia dengan penuh sukacita.

Lansia Yuan Bei, sepanjang hayatnya telah kenyang akan kesengsaraan, benar-benar merasakan pahit getirnya kehidupan manusia yang penuh dengan kehampaan, kesepian, ketika dia berjalan sampai di akhir pengelanaan-nya, barulah menyadari ternyata Buddha Amitabha telah menantinya begitu lama.

Disampaikan secara lisan oleh : Fo Ru Ru
Dicatat oleh : Venerable Shi Zongyi




袁蓓,江苏南京人,1944年出生,2020年6月20日早上8点往生。

老人的一生是极其悲苦的。年轻时虽然跟常人一样结婚,但是她的婚姻并不幸福,38岁那年与丈夫离婚。她是一个极其好强的女人,跟自己的亲弟弟几乎都没有交往,只剩下唯一的女儿,但是母女感情不和,被女儿赶出家门,就一个人在外租房子住。

这么一个好强的女人却是接连碰壁,这才走进佛门。一开始学习自力修行法门,并没有获得安心。后来转入净土法门,跟莲友们一起共修念佛。她一个人在住所的时候,就会拿出播经机听师父讲法,弥陀的救度法水流进了她那乾涸的心田,她经常感叹说:好在有这么好的一个法门,我可得救了!

2019年11月,女儿病死于家中,几天后才被人发现。老人因伤心过度病倒了,莲友们去关怀、慰问她,再次为她宣说阿弥陀佛无条件的救度,即使她被全世界的人抛弃,阿弥陀佛依旧珍爱着她,永不改变。老人从悲痛中走出来了,并且拿出很多钱代其女供养三宝,念佛超度女儿,只希望她能脱离苦海,往生净土成佛。

2019年12月,因腰部疼痛无法自理,入住君兆养老院。莲友们看望她时,就问她:要不要到西方极乐世界去?老人很坚定地回覆说:要的,我苦死了,一定要往生极乐世界。

2020年6月17日晚上,袁蓓老人跟杨院长说:我看到天上掉下来好多莲花,还看到了阿弥陀佛。阿弥陀佛说:你阳寿尽了,不能再等了,最近要来接你。’”

老人有一处居住的房产要处理,就交代委托杨院长全权办理,说她一定要往生极乐世界,其他的随缘了。

20日早上6点多,老人说:什么都不要了,就要到极乐世界。8点钟,就阿、阿、阿地念着佛往生了。老人断气之后,莲友们念佛12小时,以示欢送。念完佛,发现老人全身如婴儿般柔软,面容十分安详,她走的时候内心定是欢喜的。

袁蓓老人一辈子尝尽人生的酸楚、艰辛,真真切切地体会到了人生的孤独,就在她走到生命绝境之处,才发现阿弥陀佛已经等候多时。真可谓置之死地而后生,生命失去全部依托时,被阿弥陀佛揽入怀中。生命的尽头是佛恩的开始。

    佛如如 述
释宗翼 记




Tuesday, July 28, 2020

49 Dirasuki Setan Air




Kisah Nyata Penyelamatan Buddha Amitabha
49. Dirasuki Setan Air

Li Ju-xian, wanita, penduduk Kota Xiantao, Provinsi Hubei, orangnya lembut dan baik hati, suka beramal, meyakini Ajaran Buddha, siswa Tri Ratna yang tulus. Banyak hal aneh yang terjadi pada dirinya. Setelah membaca artikel ini, praktisi sekalian mungkin akan beranggapan ini hanya merupakan mitos belaka, namun peristiwa ini memang terjadi di kehidupan nyata.

A.    Mengidap Penyakit Aneh

Upasika Li sejak usia 13 tahun, sudah sering sakit-sakitan. Gejala yang pertama adalah sering merasa lapar, walaupun se-kali makan porsinya sangat banyak, tetapi baru makan langsung lapar lagi. Bahkan ketika sedang makan, selalu merasa kerongkongannya seperti terbakar. Gejala kedua adalah suasana hati tidak stabil, tidak bisa tidur.

Setelah dewasa dan menikah, oleh karena selalu terganggu dengan kedua gejala tersebut, sehingga rumah tangga-nya retak. Dia sudah memeriksakan diri ke beberapa Rumah Sakit, hasilnya dia dinyatakan sehat.

Maka itu dia sibuk mencari pengobatan altenatif, berkunjung ke kelenteng-kelenteng, memohon pada Dewa dan malaikat, menyumbang uang menimbun berkah.

Hari demi hari, tahun demi tahun, kesehatannya juga tidak membaik. Apa boleh buat, dia membangun sebuah altar Dewa di rumah, tiap hari pagi dan malam membakar dupa, memohon kesehatan. Namun bukan saja menjadi sehat malah sekarang dia sering menggigil kedinginan.


B.    Setan Air Mendengar Ceramah

Tahun 2007, Upasika Li berkunjung ke Vihara dan kebetulan mendengar ceramahku tentang Penyelamatan Buddha Amitabha, dia sangat bersukacita, langsung mengambil Visudhi Trisarana, lalu membawa pulang VCD dan buku-buku Ajaran Sukhavati buat dipelajari.

Tahun 2007 lunar bulan 12 hari ke-9, Upasika Li datang ke Vihara hendak mengambil Visudhi Trisarana, saya keheranan lalu berkata : “Bukankah tempo hari anda telah di-visudhi?”

Tiba-tiba sebuah nada suara yang agak suram berkata : “Guru, saya juga ingin mengambil Visudhi Trisarana, saya juga ingin terlahir ke Alam Sukhavati.”

Saya kembali menegaskan : “Bukankah anda sudah di-visudhi tempo hari?”

Lalu suara suram itu menjawab : “Guru, saya bukan Li Ju-xian, saya adalah setan air. Mulanya saya adalah seorang putri hartawan, oleh karena melakukan hubungan asusila dengan kekasihku sebelum menikah. Setelah keluargaku mengetahui hal ini, jadi sangat murka, lalu memaksaku menikah dengan pelayan rumah. Sejak menikah, tiap hari saya dipukuli, melewati hidup tidak manusiawi.

Suatu malam, suamiku mengambil sebatang balok kayu memukuli kakiku hingga patah, saya begitu kesakitan, lalu saya dibuang ke dalam air dan mati tenggelam.

Selama bertahun-tahun saya hidup dalam kesengsaraan! Kelaparan dan kedinginan, selalu ditindas setan lainnya. Untunglah Li Ju-xuan membawaku ke rumahnya dan menyembahyangiku, barulah kondisiku agak membaik! Saya ingin mengambil Visudhi Trisarana, saya ingin terlahir ke Alam Sukhavati!”

Saya merasa penasaran dan bertanya : “Bagaimana anda bisa tahu tentang Visudhi Trisarana dan terlahir ke Alam Sukhavati?”

Dia menjawab : “Li Ju-xian menyaksikan video ceramah di rumah, di dalamnya ada petikan yang mengatakan hantu juga boleh mengambil Visudhi Trisarana, melafal Amituofo dan terlahir ke Alam Sukhavati, makanya saya juga ingin mengambil Visudhi Trisarana, saya juga ingin terlahir ke Alam Sukhavati.”

Saya bilang : “Baiklah, saya menyampaikan Visudhi Trisarana kepadamu, tetapi anda harus meninggalkan Li Ju-xian dan bertekad terlahir ke Alam Sukhavati.”

Setan air langsung mengangguk setuju, setelah mengambil Visudhi Trisarana, tampak Upasika Li menghela napas lega, penampilannya tampaknya lebih bersemangat. Dia sendiri juga merasa keheranan : Mengapa dalam waktu singkat, kondisi kesehatannya sangat membaik (waktu itu dia masih belum tahu apa yang terjadi).

C.    Alam Setan Sungguh Sengsara

 Tidak sampai beberapa hari kemudian Upasika Li kembali lagi ke Vihara, dia berkata : “Ada hal yang ingin saya tanyakan pada guru. Sejak hari itu mendengar ceramah anda, tubuhku tidak menggigil kedinginan lagi, tetapi saya mulai lekas marah, ketakutan dan tidak tenang.”

Saya bertanya : “Apakah anda ada melafal Amituofo?”

Dia menjawab : “Sudah melafal, saat melafal Amituofo merasa baikan, tetapi waktu berhenti, gejala itu kembali lagi. Karena sebab ini pula, saya mengeluarkan uang seribu Yuan untuk mengundang anggota Sangha menyelenggarakan Upacara ritual “Fang Yan Kou” atau upacara ritual menyalurkan makanan kepada para penghuni alam setan kelaparan, usai itu agak baikan, tetapi beberapa hari kemudian, gejala itu muncul kembali, jiwa ragaku kembali merasa tidak tenang.“

Saya sedang berbincang dengan Upasika Li, tetapi mendadak suaranya berubah jadi kasar, berkata : “Guru, kami juga ingin mengambil Visudhi Trisarana, kami juga ingin terlahir ke Alam Sukhavati!”

Oleh karena adanya pengalaman tempo hari, saya mengetahui Upasika Li lagi-lagi dirasuki makhluk halus, makanya saya bertanya : “Siapakah kalian? Bukankah Upasika Li telah mengadakan upacara ritual ‘Fang Yan Kou’ buat kalian, kenapa kalian masih saja mengganggunya?”

Tiba-tiba Upasika Li mengeluarkan suara pria : “Kami adalah para setan yang tinggal di dekat rumah Upasika Li. Oleh karena di dusun cuma Upasika Li satu-satunya yang meyakini Buddha, maka itu kami hanya bisa memohon padanya untuk membantu kami terbebas dari lautan penderitaan, kami para makhluk di alam setan hidup dengan sangat merana!

Apa gunanya ritual ‘Fang Yan Kou’? Paling tidak cuma memberi kami makan satu kali saja, tetapi tidak dapat membebaskan kami dari penderitaan buat selama-lamanya. Hanya ketika Upasika Li melafal Amituofo, cahaya Buddha yang terpancar membuat kami merasa damai, maka itu kami memohon agar dia selalu melafal Amituofo, tidak membiarkannya istirahat.

Ada lagi tempo hari, ketika anda menyampaikan Visudhi Trisarana kepada setan wanita itu, kami juga hadir melihatnya, tetapi kami tidak berani mengatakan bahwa kami juga ingin di-visudhi. Hari ini kami ingin mengambil Visudhi Trisarana.”

Saya bertanya : “Lantas bagaimana dengan setan wanita itu sekarang? Usai mengambil Visudhi Trisarana, kalian pulanglah menasehati lebih banyak lagi setan lainnya supaya kembali ke jalan yang benar, melafal Amituofo bertekad terlahir ke Alam Sukhavati, boleh?”

Setan yang merasuki tubuh Upasika Li berkata : “Kami telah melihat setan wanita itu duduk di atas Bunga Lotus terlahir ke Alam Sukhavati, kami tidak ingin kembali ke alam setan lagi. Di sana sungguh tersiksa, yang kuat menindas yang lemah, tiap saat saling berkelahi dan saling membunuh, sangat sengsara! Guru, kami ingin mengambil Visudhi Trisarana, kami ingin terlahir ke Alam Sukhavati!”

Saya berkata : “Baiklah! Kalau begitu saya akan menyampaikan Visudhi Trisarana kepada kalian! Semoga semuanya melafal Amituofo dan terlahir ke Alam Sukhavati.”

Sejak itu kondisi kesehatan Upasika Li berangsur-angsur membaik, hanya saja rasa lapar dan insomnia yang masih saja mengganggunya, siang malam tidak tenang.

D.   Selama Ribuan Tahun Mencari Keberadaan Istri

Bulan Oktober 2009, Upasika Li sedang mengikuti kebaktian umum di Vihara, usai kebaktian sore, dia mengatakan padaku dia masih kurang percaya diri terhadap upaya terlahir ke Alam Sukhavati.

Saya bertanya padanya : “Apakah anda bersedia terlahir ke Alam Sukhavati? Apakah anda terfokus melafal Amituofo? Apakah anda bersedia meyakini dan menerima penyelamatan dari Buddha Amitabha?”

Dia cepat-cepat menyahut : “Tentu saja saya bersedia melafal Amituofo terlahir ke Alam Sukhavati!”

Saya berusaha meyakinkan-nya : “Melafal Amituofo pasti terlahir ke Alam Sukhavati, karena mengandalkan kekuatan tekad Buddha Amitabha. Asalkan anda meyakini Buddha dan melafal Amituofo, sampai mati pun takkan berubah, maka saat menjelang ajal Buddha Amitabha pasti datang menjemputmu.”

Dia berkata dengan gembira : “Baiklah, saya pasti terlahir ke Alam Sukhavati. Semoga Buddha Amitabha lekas menjemputku terlahir ke Alam Sukhavati!”

“Tidak bisa! Tidak bisa! Setelah dia terlahir ke Alam Sukhavati, bagaimana dengan diriku?” tiba-tiba muncul suara pria. Saya tahu lagi-lagi ada makhluk halus yang merasuki tubuh Upasika Li, maka itu bertanya : “Siapakah anda?”

Suara pria itu segera menyahut : “Saya adalah seorang jenderal Dinasti Tang yang bernama Jiang Zhu-shuai, suami Li Ju-xian pada era Dinasti Tang. Waktu itu Li Ju-xian adalah seorang wanita jelita yang baik hati, sering berkunjung ke Vihara dan beramal, mengikuti upacara ritual dan kegiatan Buddhis lainnya.

Saya selalu tidak di rumah karena bertempur di medan perang, meskipun kadang kala berada di rumah, juga sulit berkesempatan mencicipi masakannya. Lama kelamaan saya mulai curiga dan berprasangka, jangan-jangan dia berselingkuh di luar, lalu mengutuknya : Saya akan mengikuti dan mengganggunya terus, supaya dia tidak bisa hidup tenang. Setelah meninggal dunia saya jatuh ke alam penderitaan, mencarinya selama lebih dari seribu tahun juga tidak berhasil menemukannya.

Akhirnya, pada masa kehidupan sekarang, ketika dia berusia 13 tahun, dia sedang mengambil air di tepi telaga, akhirnya saya berhasil menemukannya, segera merasuki dirinya. Penyakit kelaparan dan insomnia yang menderanya adalah karena ulahku. Ketika dia menikah, saya tidak sudi dia menjalin hubungan dengan pria lain, makanya saya membuat ulah, supaya hubungan mereka retak.”

Saya berkata padanya : “Anda pasti sudah melihat banyak setan yang telah terlahir ke Alam Sukhavati! Mengapa anda tidak melafal Amituofo bertekad terlahir ke Alam Sukhavati?”

Dia melanjutkan perkataannya : “Saya telah melihatnya, kadang kala saya mengikuti Li Ju-xian datang ke Vihara, melihat kalian setiap melafal sepatah Amituofo, setiap kali pula Buddha muncul di hadapan kalian.

Saya merasa dosaku terlampau berat, karena semasa hidup terlampau banyak membunuh, makanya setelah mati jatuh ke alam penderitaan. Li Ju-xian itu orangnya baik hati, juga berbakat, tetapi saya masih saja mengganggunya, merusak kehidupannya, saya takut Buddha Amitabha tidak mau menerima diriku!”

Saya menghiburnya : “Bukankah anda sudah menyadari kesalahan diri sendiri? Apalagi Buddha Amitabha memiliki tekad Karuna tanpa batas, Buddha Amitabha mengikrarkan tekad menyelamatkan semua makhluk di sepuluh penjuru, termasuk kalian yang berada di tiga alam penderitaan, asalkan anda bersedia melepaskan dendam pada dirinya, mengikuti kami melafal Amituofo bertekad terlahir ke Alam Sukhavati, Buddha Amitabha pasti datang menjemputmu, bagaimana?”

Dia cepat-cepat menyahut : “Baiklah! Tetapi saya sangat lapar, bolehkah saya makan dulu sebelum pergi?”

Saya jelaskan padanya : “Setibanya di Alam Sukhavati, segala sesuatu terwujud sesuai dengan yang dipikirkan, anda ingin makan hidangan apa, tinggal pikirkan saja, langsung muncul di hadapanmu.”

Dia berkata : “Baiklah!”

Sejak itu Upasika Li dapat merasakan makan kenyang dan tidur nyenyak. Sungguh ikut bersukacita pada dirinya, juga bersukacita pada para setan yang telah terlahir ke Alam Sukhavati! Dibawah penyelamatan Ayahanda Universal, mereka terlahir di Tanah Suci Sukhavati.

Disampaikan oleh : Venerable Jing-gui.



我要皈依,我要往生!——冥界众生往生记

李菊先,女,湖北仙桃市人,为人温柔善良,乐善好施,笃信佛法,是一位虔诚的三宝弟子。在她身上发生了许多神奇怪异的事情。读者看后,可能会觉得像神话传说中的故事,但这的的确确是发生在现实生活中的真实事情。

身患怪病 供奉「仙堂」

李居士大约13岁左右,就感觉身体有很多病。一是长期感到饥饿,她虽然每顿饭吃得很多,但是刚一吃完马上就饿得发慌。而且吃饭的时候,总感觉到喉咙如被烈火灼烧一般难受。二是情绪不稳,长期失眠。

长大结婚后,由于受这些情况的影响,导致家庭破裂。她去了多家医院检查,结果都显示她身体是健康的。

为此,她到处跑庙、求神拜佛、出钱布施作功德。日复一日,年复一年,但是对她的身体毫无帮助。无奈,她在家中安了一个「仙堂」,早晚烧香供奉以求身体健康。奇怪的是,身体不但没有好转,反而还时常感到异常寒冷。

水鬼听法 也求往生

2007年,李居士在弥陀寺听到我讲弥陀救度的法门,她感到很欢喜,马上要求皈依,并请了一些书籍和光盘回家学习。

2007年冬月初九,李居士又来找我要求皈依。我说:「前几天不是给你皈依了吗?」突然,一个阴沉的声音说:「师父,是我要皈依,我也要往生。」

我说:「你不是皈依了吗?」只见李居士跛着腿说:「我不是李菊先,是我,是我啊。」

我见情况异样,就问道:「你,你是谁啊?」只听她说:「我是一个水鬼,原来我是一位富人家的千金小姐,因为没有结婚就与男子有染。家人知道后,十分震怒,把我嫁给了家里的仆人为妻。自从我嫁给他之后,天天遭受他的毒打,过着非人的生活。有一天晚上,他拿起大木棒将我一顿痛打,把我的腿打断了,痛得我死去活来,后来还把我丢在水中淹死了。这些年来我过得好苦啊!饥寒交迫,经常受其他亡魂的欺凌。幸亏李菊先把我迎回家供奉才有所好转!求求师父给我授皈依吧,我要往生!」

我好奇地问:「你怎么知道要皈依,要往生呢?」她说:「李菊先在家中看净宗法师演讲的《善导大师的净土思想》,里面讲鬼也可以皈依,念佛也能往生,所以我要皈依,我也要往生。」

我说:「好,我给你皈依,但你必须离开李菊先往生西方极乐世界去。」水鬼当即答应好,授完皈依后,只见李居士长舒一口气,人看起来比之前精神好多了。她自己也感到奇怪:怎么一下子舒服了许多(当时她本人并不知道发生了什么事)。

鬼道太苦 同愿往生

还没过几天,李居士又来到弥陀寺,说:「有事情要请教师父。」她跟我说:「师父,自从上次听您开示后,我身上寒冷的症状好了。但是我心里又开始烦躁、惊恐和不安。」

我问:「你有没有念佛?」

她说:「念了啊,念佛时还好,一休息就不行。为此,我还花了一千多元钱请几位出家法师放了一场焰口,当时还好,没过几天,我身心就又不安宁了。在其他道场里住宿也不平静,好像有被人赶的感觉。」

我正在跟她讲话,突然,她声音粗犷,表情挺横地说:「师父,我们也要皈依,也要往生西方极乐世界!」

由于有了上次的经验,我知道李居士又被附体了,就问:「你们又是谁?李居士给你们放了焰口,你们怎么还捉弄她呢?」

李居士突然发出男子声音说:「我们是李居士住房附近的鬼神。因为村里只有李居士一人信佛,所以我们只好求她帮我们脱离苦海,我们鬼道众生活得好苦啊!放焰口有什么用?顶多让我们饱餐一顿而已,又不能让我们永远脱离痛苦。只有李居士念佛时,发出的佛光让我们感到舒适、安乐,所以我们总要她念佛,不让她休息。还有上次,您给那个女水鬼授皈依时,我们都在场看到了,当时就想皈依又不敢说。今天,我们是被这些鬼神们推选出来的三个代表(两女一男),我们是来要求皈依的。」

我说:「那个女水鬼还在你们那里吗?你们皈依后回去劝更多的鬼神们要回头,念佛求生极乐,好不好?」

李说:「那个女水鬼我们已经看到她乘着莲花往生到西方去了,我们再也不回鬼道里去了。那里受苦受罪,强者凌弱、每时每刻都是打打杀杀的,好苦哟!师父,您就给我们皈依吧,我们要往生!」

我就说:「好!那你去把你的同伴们都喊过来吧!问问他们是不是都愿意皈依,如果愿意,我给你们一起授皈依,共同念佛往生。」说完,李居士立刻醒了过来。几分钟后,她又变回男声说道:「我们都来了,请师父给我们皈依吧!」

我马上为他们举行皈依仪式,接着就为他们念佛,大约十多分钟后,只见李居士伸长双臂向天举起,像放和平鸽的动作,紧接着「啊」的一声呼气,如释重负,很快她就变得红光满面了!

自从上次送走了女水鬼与一大批鬼神后,她的其他症状都好了许多。唯有饥饿与失眠症状仍然困扰着她,使他日夜难安。
寻妻千年 一念往生

2009年10月的一天,李居士来到弥陀寺共修。在晚课结束后,她跟我谈到自己对于往生还有些疑虑。我就问她:「你愿不愿意往生?有没有专称佛名?是否信受弥陀的救度?」

她急切地说:「我当然愿意念佛往生啦!」

我肯定地说:「念佛定往生,依佛本愿故。只要你信佛念佛,至死不改变,佛一定接引你。」

她高兴地说:「好,我往生决定了。希望我早点往生极乐!」

「不行!不行!她往生了,我怎么办?」一个浑厚、低沉的男声开始说话。同时,只见李居士的身姿豪迈犹如男子。我知道她又被附体了,就询问他:「你是谁?」

他立即答道:「我是唐朝时一位将军叫江主帅,是李菊先唐朝时的丈夫。李菊先在唐朝时人也漂亮、善良,而且经常到寺庙去布施、参加法会等佛事活动。由于我时常行军打仗不在家,即使在家,也很难吃到她做的热菜热饭。时间久了,我就开始生气并怀疑她在外面的行为,并且诅咒:我要缠死她,不让她好过。我死后堕入恶道,找了她一千多年都没找到她。终于,今生在她13岁的时候,她在池塘边挑水,让我发现了她,马上附在了她的身上。她的饥饿感和长年不能安然入睡都是我弄的。她结婚时,我看不得她和别的男人好,所以我就从中作梗,让他们不得安宁,拆散了他们。」

我就对他说:「你应该看到之前那些鬼道众生往生了吧!你为什么不念佛求往生呢?」

他接着说:「我都看到了,有时我跟李菊先来寺里,看到你们念一声佛,都有佛现在眼前。我觉得我罪恶深重,因生前杀人太多,死后堕入恶道。李菊先人又好,又能干,但是我还障碍她、破坏她,我怕佛嫌弃我,不接受我啊!」

我安慰他说:「你这不是知错了吗?何况阿弥陀佛悲愿无限,阿弥陀佛发愿要救度十方众生,这中间就包括你们三途众生啊,只要你放下对她的仇恨,跟我们一起念佛求往生,佛一定来迎接你,怎么样?」

他连忙说:「好!但我肚子很饥饿,能不能让我吃饱再去?」

我给他解释说:「你到了极乐世界后,思衣得衣,思食得食,金杯银盏、玉筷佳肴,有108道你最爱吃的菜任你食用,好不好?」

他说:「好!」我又对他说:「你到了极乐世界以后,记得回来给我们报个信,好吗?」他满口答应了。

我们三个人就为他念佛,大约一刻钟后,只见李居士大吐一口气,伸了一个大懒腰后恢复了正常状态。

又到了晚上八点左右,只见李居士飞奔着跑到我的寮房,见到我便礼敬跪拜,还说:「师父,感谢你帮我念佛,让我仗佛力得救往生了极乐。感谢你把我送到那么好的地方,我在极乐世界真的吃了108道菜,还都是我喜欢吃的。极乐世界的地真的金灿灿,黄金铺的。谢谢!谢谢!感恩师父!」

我连忙对他说:「去拜佛,感恩他老人家吧!都是阿弥陀佛他老人家大慈大悲地弘誓救度。」

看到他真像小孩般的喜悦、高兴,那种被弥陀救度后的感觉,我也受到感染,为她高兴。此后,李居士就像换了个人,吃得饱,睡得香,容光焕发。

真是为她感到庆幸,更为那么多鬼道众生感到庆幸!在大悲慈父的救度下,他们去到了永无诸苦,美妙安乐的极乐净土。

    净归法师述
  
摘录自
念佛感应录(七)