Tuesday, June 30, 2020

13 Buddha Menyembuhkan Putra-Putriku




Kisah Nyata Penyelamatan Buddha Amitabha
13. Buddha Menyembuhkan Putra-Putriku

Saya bernama Wang Run-sheng, tahun ini berusia 86 tahun. Saya meyakini Ajaran Buddha sudah belasan tahun, oleh karena melatih metode campur aduk, sehingga tidak terfokus melafal Amituofo. Saya selalu mengeluh mengapa diriku tuna aksara, tidak dapat membaca sutra, juga tidak mampu melafal mantra, sia-sia saja hidup di dunia ini!

Kemudian saya bersua dengan Upasika Wang Yi-zhen, dia berkata padaku : “Tidak mengenal aksara bukanlah masalah, jangan takut juga jangan panik. Buddha Amitabha setelah menimbun jasa kebajikan 5 kalpa lamanya, mewujudkan sebuah Pintu Dharma buat kita meskipun tidak mengenal huruf sekalipun, yang praktis dan mudah, juga hemat uang dan hemat energi, juga dapat menyembuhkan penyakit menolong orang.  

Kita yang telah lanjut usia ini, waktu kita sudah tidak banyak, jangan lagi belajar metode campur aduk, harus ambil jalan yang lurus dan langsung.

Pintu Dharma ini dapat membantu kita menjauhi penderitaan memperoleh kebahagiaan, mengakhiri samsara, semasa hidup dapat menjadi solusi dari segala permasalahan yang kita hadapi!

Asalkan bersedia melafal “Namo Amituofo”, dalam kehidupan keseharian, baik berjalan, berdiri, duduk maupun berbaring, dengan demikian dapat terlahir ke Alam Sukhavati di penjuru barat.”

Upasika Wang juga menjelaskan makna dari “Namo Amituofo” kepada diriku, berpesan padaku asalkan ada waktu senggang lafallah Amituofo, sesuaikan dengan kemampuan sendiri melafalnya (jangan memaksakan kehendak), tidak perlu ada target.

Setelah mendengarnya, saya jadi gembira! Sejak itu, saya memfokuskan diri melafal “Namo Amituofo”.

Saya memiliki seorang putri, setelah melahirkan dua anak jadi menderita gangguan mental (penyakit jiwa), berlarian di luar, tidak tahu pulang ke rumah.  

Ketika saya baru belajar Ajaran Buddha, saya hanya memohon pada Buddha dan Bodhisattva supaya memberkati putriku agar cepat pulang ke rumah, asalkan tahu memasak nasi sudah boleh. Namun siapa yang menduga sudah bertahun-tahun saya memanjatkan doa masih juga tidak efektif. Ai! Apa boleh buat!

Upasika Wang Yi-zhen menghiburku : “Anda janganlah menghela napas panjang, fokuskan diri melafal Amituofo, putri-mu pasti bisa sembuh. Yang penting anda bersedia melepaskan segala metode campur aduk yang pernah dipelajari sebelumnya, sekarang fokuskan pikiran melafal Amituofo, Buddha Amitabha pasti memberkati putrimu.”

Setelah mendengar nasehatnya, siang malam tiada henti-hentinya saya melafal “Namo Amituofo”, tiga bulan kemudian, putriku tahu pulang ke rumah, sampai pada tahun 2002 musim semi, dia sudah tahu mengerjakan pekerjaan rumah!

Saya masih memiliki seorang putra, juga menderita penyakit aneh, sudah 8 tahun lamanya, begitu penyakitnya kambuh, dia akan tidur terus menerus, tidak makan dan tidak minum, begitu ketiduran minimal bisa sampai 3 hari 3 malam, buang air juga di atas kasur.

Saya nasehati dia supaya melafal Amituofo, tetapi dia tidak percaya. Apa boleh buat. Alhasil hanya bisa mengundang Upasika Wang untuk datang menasehatinya.

Upasika Wang menasehati putraku:“Lafal saja Amituofo berkesinambungan, pasti bisa sembuh.”

Setelah mendengar nasehat Upasika Wang, putraku mulai melafal Amituofo. Ayahanda Universal menunjukkan mukjizatNya! Belasan hari kemudian, saya pergi membesuk putraku, dia memberitahukan padaku : “Sekarang seminggu se-kali kambuhnya.”

Saya memotivasi putraku supaya lebih giat lagi melafal Amituofo. Sekarang, penyakitnya telah sembuh total.

Kesehatanku sendiri juga kian membaik, meskipun sudah berusia 86 tahun, tiap hari masih melakukan namaskara sebanyak 108 kali, tubuh terasa relaks dan nyaman.  

Putra-putriku telah sembuh, beban keluarga sudah tidak ada lagi, saya bisa tenang tinggal di dalam Vihara Pelafalan Amituofo, siang malam memfokuskan diri melafal “Namo Amituofo”.

Ini adalah pemberkatan dari Ayahanda Universal sehingga saya dapat melewati hari tua dengan tenang!

Keunggulan dari nama Buddha Amitabha sungguh tiada taranya!

Disampaikan secara lisan oleh :Wang Run-sheng
Dicatat oleh : Wang Yi-zhen
Bertempat di : Kota Yuanjiang
Bulan Mei 2004


佛满人愿  子女双癒
 
        我叫王闰生,现年八十六岁。我信佛十几年了,但因杂修杂行,不能安心念佛。我总埋怨自己不认识几个字,不能读经,又不能诵咒,真是枉活人世了!

        後来遇到王怡珍居士,她对我说:「你不识字不要怕,也不要急。阿弥陀佛经过五劫思惟,正是为我们这些不识字的老人设置了一个既简单容易、又省钱省力、又能治病救人的好法门。我们老年人时间不多了,不能再绕弯儿了,要乘上直搭车。这个法门可以使我们离苦得乐、了脱生死,而且在现世之时,无所不救,无所不能!这句『南无阿弥陀佛』,只要你张开嘴巴念——日常生活中,行住坐卧随口称念,就能往生西方极乐世界。」她还把这六个字给我解释得清清楚楚,又让我随缘念佛,有时间就多念,没时间就少念,多念少念没有限量。

        我一听,太高兴了!从此以後,专念一句「南无阿弥陀佛」。

        我有个女儿,生了两个孩子後得了精神病,在外面乱跑,不知道回家,有时衣服脱得精光。刚学佛时,我只求佛菩萨保佑她知道回家、能煮饭就行了。谁知道敬了那麽多年的佛菩萨,她还是那个样。唉!没办法!王怡珍居士就安慰我说:「你不要叹气,你就专念六字名号,你女儿一定会好的。只要你把以前学的那些统统放下,一心专念六字名号,阿弥陀佛一定会加持她的。」我听了她的话,一天到晚不断称念「南无阿弥陀佛」。果然,三个月後,女儿知道回家了,到了二○○二年春天,能够做家务了!

        我还有一个儿子,也得了一种怪病,已经有八年了,一发病就睡在床上,不吃不喝,一睡最少三天三夜,屎尿都在床上;劝他念佛,他就是不相信。没办法,只好又把王居士找来。王居士劝他念「南无阿弥陀佛」,说:「一直念下去,肯定会念好的。」他听了王居士的话,就开始念佛。
        真的是慈父显灵了!十几天後,我去看儿子,他告诉我:「现在七天才发一次。」我就鼓励他继续念佛。现在,他的病全好了,还包了市劳动局的旅馆呢!

        我的身体现在也很好,虽然已经八十六岁了,每天还坚持拜佛一百零八拜,拜佛时身体很轻松,很舒服。儿子、女儿也康复了,家庭包袱全没了,我就轻松地住到念佛堂去了,一天到晚就一句「南无阿弥陀佛」。

        这都是慈父阿弥陀佛加持了我,给了我一个祥和、安定的晚年生活!

        六字名号真是殊胜无比啊!(沅江市水运干老院    王闰生口述    王怡珍记录    ○○四年五月)

按:念佛贵在诚与专  如直搭车不绕弯
现世所求无不满  得生极乐样样圆

摘錄自
《念佛感應錄》第三集

Monday, June 29, 2020

12 Memperbaiki Mentalitas Anak





Kisah Nyata Penyelamatan Buddha Amitabha
12. Memperbaiki Mentalitas Anak

Cucu dari seorang Sahabat Dharma, tahun ini mendadak berubah tabiatnya, muak pada segala yang ada di sekelilingnya, selalu ingin bepergian keluar, malas belajar, bahkan timbul niat mengakhiri hidup. Padahal cuma sisa setahun lagi, dia sudah bisa menamatkan sekolah menengah tingkat atas, makanya orang tuanya merasa begitu cemas.

Suatu hari sahabat Dharma ini bercengkerama denganku, saya bilang ini dikarenakan rintangan karmanya muncul, cobalah melafal Amituofo guna menawarkan hati yang risau, serahkan masalah ini kepada Ayahanda Universal yakni Buddha Amitabha.

Dalam sekejab setahun telah berlalu, suatu malam pukul 9 lewat, tiba-tiba saya menerima telepon dari sahabat Dharma yang mengabari bahwa prestasi cucunya di atas rata-rata, bahkan kedengaran jelas di telepon, suara sekeluarga yang sedang melafal Amituofo dengan bahagia.

Namo Amituofo! Terima kasih Buddha Amitabha yang telah memperbaiki mentalitas anak itu, mengeliminasi rintangan karmanya. Namo Amituofo, Namo Amituofo...........

Ditulis oleh : Upasaka Jingsheng
Tanggal : 4 Agustus 2000



念佛名號 業障自消

蓮友之孫,近年性格逆變,厭惡周遭一切,老想外出,不想學習,並存有極其危險的輕生念頭。還有一年孩子就要高中畢業了,這可急壞了家長。

一天蓮友和我閒聊談起此事,我說這是他的業障顯現,你不妨和阿彌陀佛談談心,把這件事告訴彌陀慈父,同時稱念「諸多有緣,恩怨了斷,念佛成佛,亙古金言;你沒機遇,今聽我念,聞名往生,住不退轉。南無阿彌陀佛!」

一年時間很快過去,有一天晚上九點多,我突然接到蓮友的電話,她驚喜的說:孩子的分數在錄取線以上,並從電話中清晰的聽到,全家歡呼踴躍和念南無阿彌陀佛的聲音,全家其樂融融。南無阿彌陀佛!謝謝您老人家調整了孩子的心態,使業障自消。南無阿彌陀佛、南無阿彌陀佛⋯⋯
 
(二○○○年八月四日 淨生居士記實 )

摘錄自
《念佛感應錄》第二集




Sunday, June 28, 2020

11 Memohon Karir yang Cocok



Kisah Nyata Penyelamatan Buddha Amitabha
11. Memohon Karir yang Cocok

Ada sahabat Dharma yang bernama Sha Gui-di, suaminya bermarga Zhu, tahun ini berusia 43 tahun, menjadi koki di Jerman sudah 8 tahun lamanya, kemudian pulang ke Shanghai.

Dia berkata : “Saya tidak ingin meneruskan pekerjaan koki lagi, membunuh itu terlampau mengerikan, setiap hari saya menciptakan karma buruk.”

Setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya, dia menganggur untuk satu kurun waktu, orang Jerman ingin menggajinya kembali, namun dia bersikukuh menolaknya.

Dia menganggur cukup lama, tidak punya kegiatan apa-apa, dibawah pengaruh istrinya, tiap hari dia ikut melakukan namaskara, duduk bersila melafal Amituofo selama 10 menit.

Demikianlah dua tahun telah berlalu, akhirnya pada musim panas, kesempatan itu datang juga, sepasang suami istri dari Taiwan, yang juga merupakan umat Buddha, membuka sebuah restoran vegetarian, begitu melihat Tuan Zhu, mereka langsung mengundangnya jadi koki.

Tuan Zhu berkata : “Maaf, sebelumnya saya tidak pernah memasak hidangan vegetarian, takutnya saya tidak sanggup melakukannya.”

Bos restoran vegetarian berkata : “Tidak masalah, saya masih memiliki sebuah restoran vegetarian lainnya di Nanjing, anda boleh belajar dulu di sana.”

Tuan Zhu sangat gembira dan berkata : “Walaupun gajinya kecil juga sangat senang rasanya, saya kerja sehari, orang-orang akan mengurangi melakukan karma pembunuhan sehari.”

Ditulis oleh : Miao-shi
Bertempat di : Shanghai
Tanggal : 30 November 2001


拜佛念佛 求職如意

蓮友沙桂娣的丈夫,朱先生,今年四十三歲,在德國做廚師八年,後回上海,說:「我不去幹了,殺生太可怕了,我整天在裏面造罪。」遂辭去,辭職期間,德國人再次請他,他都堅決拒絕了。但因無其他特長,只好在家閒居。受妻子影響,他每天也能跟隨妻子拜佛,並每天打坐念佛十分鐘。

這樣經過二年,今年夏天機會來了,一對臺灣夫婦,信佛,在八仙橋松山飯店附近,開了一家素菜館,有人介紹他去,老闆一眼看中。他說:「我以前從沒做過素菜,怕幹不了。」老闆說:「沒關係,我在南京路還有一家素菜館,先送你去那學一段時間就會了。」

朱先生特別滿意,說:「那怕錢少也樂意,我做一天,人們就少一天殺業。」

(二○○一年十一月三十日 上海妙士 記)

摘錄自
《念佛感應錄》第二集