Sunday, January 26, 2020

25 Buddha Datang ke Dalam Mimpi


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 25
Buddha Datang ke Dalam Mimpi

Saya adalah mahasiswa tingkat tiga di “City University of Hong Kong”. Akhir bulan Juni, Mama mendadak menderita sakit perut, setelah didiagnosis, dokter mengatakan Mama menderita batu empedu. Saya tidak terlalu menghiraukan hal ini.

Setelah pulang dari perjalanan dinas, saya pulang ke rumah, ibu angkatku bilang bahwa penyakit Mama sangat parah, di ginjalnya tumbuh tumor, kemungkinan besar adalah kanker.

Mendengar hal ini saya jadi bengong, terutama mencemaskan kondisi kesehatan Mama, tetapi waktu itu yang bisa dilakukan hanyalah memohon perlindungan pada Buddha Amitabha, semoga Mama tidak apa-apa, selain ini merisaukan apapun juga tiada gunanya.

Kemudian saya segera menuju ke hadapan altar dan berlutut di depan rupang “Tiga Suciwan Alam Sukhavati”, memandangi wajah Buddha Amitabha yang penuh welas asih dengan tanganNya yang senantiasa siap merangkul setiap makhluk yang sedang menderita dan kesusahan.

Di samping Buddha Amitabha berdiri Bodhisattva Avalokitesvara, tanganNya membawa sebuah botol suci yang dilengkapi dengan ranting Yangliu (juga disebut sebagai willow branch atau dedalu atau gandarusa),  sedangkan Bodhisattva yang satunya lagi, saya tidak kenal (di kemudian hari barulah saya tahu Beliau adalah Bodhisattva Mahasthamaprapta).

Saya terus berlutut di sana, sambil memandangi rupang Buddha sambil melafal Amituofo dengan suara kecil. Sampai sekitar pukul 3 dini hari, saya merasa begitu mengantuk, kedua lututku sudah kebas, terpikir besok masih harus ke Rumah Sakit membesuk Mama, akhirnya memutuskan pergi tidur.

Begitu merebahkan diri, saya langsung terlelap, bermimpi sebuah kejadian yang hingga kini tak pernah terlupakan.

Mungkin juga dikarenakan sebelum tidur, saya memandangi terus rupang Buddha, juga mungkin saja Buddha Amitabha dan Bodhisattva Avalokitesvara benar-benar menunjukkan mukjizat, Mereka hadir dalam mimpiku.

Kala itu sepertinya saya sedang berlutut di atas Bunga Lotus, saat menengadahkan kepala, tampak Buddha Amitabha dan Bodhisattva Avalokitesvara berdiri di tengah angkasa.

Di dalam mimpi saya tidak berdaya berpikir, seperti orang yang kebingungan, berdiri bengong memandangi Mereka.

Tiba-tiba Buddha Amitabha berkata, logat yang digunakan ternyata sama dengan logat daerah kami yakni logat Chongqing : “Jangan terlampau mencemaskan penyakit mama kamu, bunda-mu akan selamat”. SuaraNya lembut dan menenangkan hati.

Sementara itu Bodhisattva Avalokitesvara menggenggam ranting Yangliu tetapi tanpa botol suci, berkata : “Kamu harus baik-baik berbakti dan menghormati mama-mu ya”.

Usai itu Bodhisattva memercikkan air suci dengan ranting Yangliu, bersamaan itu pula tampak mama yang sedang mengenakan baju pasien muncul di bawah ranting Yangliu, sehingga percikan air suci mengenai dirinya, lalu tampak mama berubah jadi lincah kembali. Sedangkan saya sendiri masih tetap berdiri bengong melihat semua peristiwa ini, memandangi terus............

Keesokan harinya saat terbangun, saya masih mengingat dengan jelas rentetan peristiwa dalam mimpiku semalam. Kala itu saya sangat menyesal : Mengapa saya tidak berusaha menganggukkan kepala, mengucapkan sepatah terima kasih, cuma bisa berdiri bengong memandangi keagungan Mereka!

Kemudian Mama oleh karena kanker ginjal menjalani pembedahan mengangkat dan membuang ginjal kanannya, selama proses operasi berlangsung, saya dan Bibi melafal Amituofo melimpahkan jasa buat Mama.

Operasi berjalan dengan lancar, bahkan kondisinya pulih lebih cepat dibandingkan dengan pasien sejenis lainnya, hanya dalam kurun beberapa hari saja sudah mampu turun dari ranjang pasien dan berjalan ke toilet sendirian, semangatnya juga sangat bagus.

Setengah bulan kemudian keluar dari Rumah Sakit, melepaskan seragam pasien, sama sekali tidak kelihatan seperti pasien penderita kanker yang pernah menjalani operasi besar. 

Setiap bulan Che-it dan Cap Go masih ke Vihara mengikuti kebaktian pelafalan Amituofo. Sekarang Mama tampak begitu bersemangat, suasana hatinya selalu gembira, semua ini merupakan pemberkatan dari Buddha Amitabha.
Ditulis oleh : Fo Yu
Tanggal : 29 November 2016
Di : Distrik Dazu, Kota Chongqing, Tiongkok.

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)



二五、心憂母病急念佛 彌陀觀音入夢來

我是香港城市大學大三的學生六月底媽媽突然覺得腹痛經醫院檢查後告訴我是患了膽結石我就沒怎麼放在心上我出完差回到媽媽身邊乾媽對我說了媽媽具體的病情非常的嚴重腎上長的是腫瘤很有可能是癌聽到這個消息我整個人都懵了特別擔心媽媽的病情但那時唯一能做的就是求阿彌陀佛保佑媽媽無大礙其餘瞎操心也沒用

於是我趕緊跑去佛像(西方三聖)面前跪著看見中間站著的阿彌陀佛一臉慈祥地向下托著手像是要去接納受苦的大眾旁邊站著觀世音菩薩手裡托著裝有柳枝的瓶子另外一位菩薩我不認識(後來聽說是大勢至菩薩)我一直跪在那裡邊看著佛像邊小聲念「阿彌陀佛」大約到了凌晨三點迷迷糊糊睏得不行了膝蓋也一直麻著想著明天還要去醫院看媽媽就去床上休息了躺在床上我很快就睡著了做了一個至今還記憶猶新的夢

可能是睡前一直盯著佛像的緣故也可能是阿彌陀佛和觀世音菩薩顯靈了他們竟然出現在夢裡當時我好像是跪在蓮花上抬頭看到了阿彌陀佛和觀世音菩薩站在半空夢裡的我沒了思考能力腦子糊裡糊塗地一直呆呆地望著他們

突然阿彌陀佛說話了用的竟然是重慶口音「不要太擔心你的媽媽她會逢凶化吉化險為夷的」聲音柔和安詳(極像我姨父的聲音我姨父唱歌非常的好聽常常參加表演)

觀世音菩薩手裡拿著楊柳枝卻沒有白瓶子她的衣著也不是佛像中的樣子而是小時候看的西遊記裡全身素白的形象她接著說道「你以後一定要好好孝敬你媽媽喲!」聲音極似我小學數學老師(她的聲音我一直以來覺得是最好聽的了)說著便輕輕抖動楊柳枝滴下幾滴甘露聖水同時媽媽穿著病號服的樣子就在楊柳枝下若隱若現楊枝露水便滴落在她身上然後就看到媽媽像平時一般活潑的樣子而我還是呆呆地看著她們一直看著……

第二天醒來腦子裡對夢裡的細節記得十分清晰當時十分後悔為什麼不使勁點下頭說一句感謝的話像個傻子一樣一直望著她們幹嘛啊!

後來媽媽因腎癌做了手術切除了右腎在手術中我和姨媽都在為她念阿彌陀佛手術很順利而且恢復得比其他同類病人快得多幾天便可下床走動也可自理上衛生間精神也非常的好半個月後出院脫下病號服一點也看不出是一個患癌動了大手術的病人回到家還去帶領大眾跳念佛拍手健身操初一、十五還去念佛堂念佛如今媽媽精神飽滿心情愉悅這一切都歸功於阿彌陀佛的加持

(重慶大足 佛語居士 二○一六年十一月二九日)


摘錄自 :
《念佛癒病》(一)