Saturday, January 25, 2020

22 Kekuatan Buddha Tanpa Batas


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 22
Kekuatan Buddha Tanpa Batas

Tahun ini (2003) saya baru berusia 21 tahun, dua tahun yang silam karena pengaruh ibunda, saya mulai melafal Amituofo. Saat permulaan saya tampak bersemangat, namun lama kelamaan saya mulai malas, dalam hatiku memang tidak punya tujuan dan keyakinan hati yang teguh.

Permulaan Bulan Mei 2001, saya baru saja menekuni karirku, hubunganku dengan pimpinan dan rekan-rekan kerjaku berjalan sangat mulus dan kompak, alangkah bahagianya.

Namun siapa yang bakal menduga bintang sial diam-diam mendekatiku. Sahabatku (menstruasi) yang selalu datang tepat waktu, kini mulai suka terlambat, kadang kala sampai berhenti lebih dari 50 hari lamanya.

Tanggal 23 Mei, sebagai staf medis bagian USG B-Scan, saya melakukan diagnosis pada diri sendiri : “Hasil scan menunjukkan di sisi kiri rahim tumbuh benjolan berukuran 4,2 x4.8 cm”.

Penyakit begini sudah umum saya lihat, satu-satunya solusi adalah operasi. Dua hari kemudian, saya pergi ke Rumah Sakit besar mencari dokter senior untuk mendiagnosis se-kali lagi guna memastikan penyakitku.

Alhasil benjolan itu kayak balon tiup saja, sekarang jadi lebih besar lagi ukurannya, sudah mencapai 5,4x5 cm. Makanya dokter senior menyarankan padaku : “Menurut kecepatan pertumbuhan benjolan tersebut, lagi pula jenisnya adalah murni kista, sebaiknya cepat dioperasi saja”.

Menurut hasil diagnosis, pembedahan memang tak terhindarkan lagi, tetapi masalahnya keuangan keluargaku cuma pas-pasan saja, ke mana cari uang buat operasi?

Tetapi penyakit ini tiap hari menyiksa diriku, dalam kondisi tak berdaya, ibunda mendadak terpikir, cepat memohon pada Buddha dan Bodhisattva yang Maha Maitri Maha Karuna!

Waktu itu saya hanya bisa tersenyum getir, dalam hatiku berpikir benjolan yang begitu besar, bagaimana mungkin Buddha dan Bodhisattva bisa mengeluarkannya dari tubuhku?

Meskipun di dunia ini ada keajaiban, bagaimana mungkin akan terjadi pada diriku? Namun kejadiannya sudah sampai tahapan begini, hanya bisa pasrah.

Maka itu saya menerima ajakan ibunda sembahyang ke Vihara memohon pada “Tiga Suciwan Alam Sukhavati”, bahkan membawa sebungkus daun teh memohon Buddha dan Bodhisattva menganugerahkan obat.

Sambil bernamaskara pada Buddha, pikiranku sibuk memikirkan kalau akhir pekan ini saya akan menjalani rawat inap di Rumah Sakit dan dioperasi.

Hari demi hari berlalu, tiap hari dengan hati yang gelisah saya meneguk teh yang diseduh dari daun teh yang sudah diberkati, sementara itu ibunda tanpa henti melafal “Amituofo”.

Tanggal 3 Juni pagi hari, ibunda membawaku ke Rumah Sakit besar guna menjalani pemeriksaan ulang B-Scan, terbaring di atas ranjang pasien, hatiku sudah hampir mati rasa.

“Sebenarnya hari ini kamu datang hendak periksa apa sih?” tanya dokter.
“Duh....apa anda tidak melihat di sisi rahim terdapat benjolan yang begitu besar?” jawabku.
“Kamu ini bicara sembarangan saja! Laporan menunjukkan kondisi rahim normal, mana ada benjolan? Sudahlah, cepat bangun”.

Ucapan dokter membuatku kebingungan sekaligus lega. Guna memastikan hal ini, saya menuju ke bagian Ginekologi, sambil membawa dua hasil laporan terdahulu guna diperlihatkan kepada dokter. 

Dokter berkata : “Saya sudah berpengalaman bertahun-tahun menangani kasus benjolan begini, sedangkan katamu dalam waktu setengah bulan benjolan tersebut bisa lenyap dengan sendirinya, rasanya mustahil dan tidak masuk akal”.

Ketika saya ingin menjelaskan lebih lanjut, dokter sudah keburu meladeni pasien lainnya. Saat itu rasanya seperti sedang bermimpi, pikiranku dipenuhi perkataan dokter : “Mana ada benjolan?”

Setelah mengetahui hal ini, ibunda langsung menyimpulkan ini adalah mukjizat dari Buddha dan Bodhisattva!

Namun saya tetap saja ragu, lalu pergi ke Rumah Sakit Tentara Angkatan Darat, guna mencari mantan guruku sewaktu saya duduk di bangku sekolah kesehatan, hasilnya sama, kondisi rahim normal.

Kali ini saya benar-benar yakin akan perlindungan dari Buddha dan Bodhisattva, menciptakan keajaiban pada fisik manusia. Kali ini saya mengalaminya secara langsung, sehingga saya meyakini secara mendalam akan Maha Maitri Maha Karuna Buddha dan Bodhisattva menyelamatkan para makhluk dari penderitaan dan kesusahan, benar-benar nyata di dunia ini.

(Shi Yi-zhen)

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)


二三、佛力無邊 治病救人

我今年(二○○三年)二十一歲前兩年由於受母親的影響開始念佛起初只是一時的新鮮心中並無明確的目標和堅定的信念

二○○一年五月初剛進入工作單位不久與領導同事之間關係相當融洽正慶幸有福的時候誰知厄運在悄悄出現一向準時的「例假」(月經)與我捉起了迷藏停五十多天五月二十三日身為B超醫生的我不得不給自己進行了一次體檢「片子顯示在左側長出了一個混合性腫塊大小是4.24.8釐米

這種病我見得多了唯一能夠解決的辦法就是開刀過了兩天我抱著一絲僥倖的希望去了大醫院請老醫師複查結果那個腫塊像吹氣球似地又長大了已達5.45釐米並且是實質性的老醫生對我說明「根據生長速度並非單純性囊腫最好儘快手術

面對診斷這手術是非動不可了但是動一次手術我家經濟有困難病魔天天折磨著我百般無奈之中母親突然想到趕快求助大慈大悲的佛菩薩吧!當時我只能苦笑心想這麼大的腫塊佛菩薩怎麼幫我去掉呢?

就算世上真有奇蹟又怎麼會發生在我身上呢?但是事到這地步也只有聽天由命了所以跟著母親爬上了龍潭坑小寺廟的西方三聖殿求佛菩薩並帶去一包茶葉求佛菩薩施藥我一邊拜佛一邊心裡想著等週末到醫院住院動手術時間一天天的過去我天天憂心忡忡地喝著那包茶葉水母親口中不停地念著「阿彌陀佛」六月三日上午母親陪我去大醫院做B超複查躺在檢查床上我的心已近乎麻木

「你今天到底檢查什麼病?」醫生問道

「什麼子宮旁這麼大的腫塊你沒發現嗎?」我急著說道

「你亂瞎扯什麼呀!子宮附件正常哪裡有什麼腫塊?好了你可以起來了

醫生的話猶如晴天一個響雷把我頭都搞昏了我不相信到婦科向醫生講述了這個腫塊發生的整個過程並且給他看了五月二十三日和二十五日拍的兩張片子沒料醫生卻說「我坐診這麼多年附件腫塊見得多了能夠在半個月內迅速長起來又消失掉而且是實質性的這是不可能的你肯定搞錯了吧!」我還想解釋什麼可醫生已接待其他病人去了當時我覺得像在做夢一樣滿腦子都是醫生的話「哪有什麼腫塊?」

母親知道後直說這真是佛菩薩顯靈!我仍然不信又去了陸軍醫院找我衛校時的老師檢查結果一樣子宮附件完全正常這回我徹底地相信了這全是佛菩薩的保佑創造了人體上的一個奇蹟這次親身經歷讓我深信大慈大悲救苦救難的佛菩薩的確在世間存在他們不但存在而且一直在不求回報地救度世間苦難眾生

(史一真)

摘錄自 :
《念佛癒病》(一)