Monday, January 27, 2020

34 Memancarkan Cahaya Keemasan


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 34
Memancarkan Cahaya Keemasan

Ada seorang gadis yang bernama Jing Qin, tiga tahun yang silam duduk di bangku kelas tiga sekolah menengah tingkat atas, oleh karena rahasia pribadinya disebarkan oleh teman sekolahnya, sehingga jadi stres, lalu menderita gangguan mental, kadang menangis kadang tertawa, akhirnya terpaksa berhenti sekolah.

Pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa untuk satu kurun waktu, setelah keluar dari Rumah Sakit, tidak pernah berhenti minum obat, oleh karena begitu berhenti minum obat, penyakitnya langsung kambuh. Peristiwa ini sungguh merupakan kemalangan yang membawa tekanan berat bagi keluarganya.

Semester kedua tahun silam, ibundanya membawanya mengikuti kebaktian pelafalan Amituofo di Vihara, saat permulaan mendengar ceramah Dharma, dia selalu ketiduran, lambat laun barulah mampu berkonsentrasi.

Saya memberinya sebuah buku Dharma, dia sangat serius membacanya, lalu menelepon diriku, dia bilang dia menyukai buku tersebut, isinya bagus dan dia sangat gembira.

Usai itu, beberapa hari kemudian, pada suatu pagi ketika ibundanya sedang mencuci pakaian, dia memeluk ibundanya dari belakang dan berkata : “Mama, saya berhasil memperoleh sebuah mustika besar. Sekarang saya sudah mengerti, ternyata semuanya adalah urusan saya sendiri, tidak ada kaitannya dengan orang lain, saya takkan membenci orang lain, saya sudah sembuh, saya sudah sadar, tidak ada masalah lagi”.

Sejak itu, kondisinya sudah normal seperti sedia kala, menjalani hidup dengan penuh sukacita, wajah ibundanya juga tidak cemas lagi seperti dulu.

Suatu kali, saya menjelaskan padanya tentang asal usul Buddha Amitabha dan kewibawaan Alam Sukhavati beserta seluruh isinya, tujuannya adalah supaya dia membangkitkan perasaan sukacita, melepaskan kemelekatan pada keakuan.

Ketika saya sedang memberi penjelasan, tiba-tiba dia berseru : “Di atas kepala anda ada cahaya keemasan, di atas kepala anda ada cahaya keemasan”.

Saya bertanya padanya, dari mana cahaya tersebut berasal? Dia menunjuk puncak kepalaku sambil berkata : “Cahaya terpancar dari puncak kepala”.

Tentu saja saya tidak dapat memancarkan cahaya, di sini saya menyadari alasan mengapa Cahaya Buddha menyinari praktisi pelafal Amituofo dan tidak pernah mengabaikan mereka.

(Dicatat oleh Upasika Jingyao, 15 Februari 2001)

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)


三、聞法瘋癒 頂現金光

淨勤女孩三年前讀高中三年級時因自己的隱私被同學公開受了刺激精神失常時哭時笑因此輟學曾送精神病醫院治療一段時間出院後一直不能停藥一停藥就發病這件事對家庭是個極大的不幸

去年上半年其母帶她參加我們的學佛念佛開始一聽課就要睡覺後漸好我送她一本《淨土三經一論大意》她很認真的閱讀自己打電話告訴我說她很喜歡這本書內容太好了她很高興

過後數日的一個早晨她母親坐著洗衣服時她從背後抱住母親說
媽媽!我得了個大寶真正的大寶我明白了原來一切都是我自己的事不怨別人我好了我清醒了沒有事了至此她真的一切都正常了歡歡喜喜其母臉上再也沒有往日的愁雲

一次我為她講阿彌陀佛的緣起和西方極樂世界的依正莊嚴目的是讓她生歡喜心放下我執講著講著她忽然叫著說您頭上有金光您頭上有金光我問她光從哪裡來?她指著我的頭頂說光從頭頂上冒出來的

我當然不會放光這裡我體悟到這是念佛眾生佛光攝取不捨的緣故

(淨耀居士記 二○○一年二月十五日)

摘錄自 :
《念佛癒病》(一)