Tuesday, July 28, 2020

48 Pembalasan Induk Ayam



Kisah Nyata Penyelamatan Buddha Amitabha
48. Pembalasan Induk Ayam

Ibundaku adalah seorang praktisi pelafal Amituofo yang tulus, oleh karena tidak leluasa berjalan, makanya saya mengantarnya ke Vihara, memapahnya masuk ke dalam ruangan kebaktian.

Lama kelamaan saya jadi suka sama lafalan “Namo Amituofo”, juga suka melihat rupang Buddha Amitabha yang penuh Maitri Karuna. Setiap kali melafal Amituofo dan melihat rupang Buddha Amitabha, suasana hatiku yang labil berangsur-angsur jadi sejuk dan hening.

Bulan Agustus 2013, saya mengambil Visudhi Trisarana dengan nama Dharma “Fojing”, sejak itu saya makin tekun melafal Amituofo. Setelah satu kurun waktu berlalu, saya menemukan diriku yang semula berbuat sesuka hati, egois, emosional, kini berubah jadi tenang dan ramah, hidup berdampingan dengan orang lain secara harmonis.

Bersamaan dengan itu pula, karir suamiku semakin lancar, kehidupan kami berangsur-angsur mengalami kemakmuran, saya tahu semua ini adalah pemberkatan Maitri Karuna Buddha Amitabha. Saya berharap suamiku bersedia mengikutiku melafal Amituofo, namun harapan ini belum terwujud, sampai akhirnya sebuah peristiwa tragis mengubah dirinya.

Hari kedua Tahun Baru 2015, seorang sahabat suamiku membawa seekor ayam betina, kebetulan hari itu bertepatan dengan ulang tahun putraku, suamiku memutuskan menyembelih ayam ini untuk merayakan ulang tahun buah hati kami. Saya sudah bersusah payah menasehatinya, tetapi tidak digubris, apa boleh buat.

Waktu dulu pekerjaan menyembelih itu adalah tugasku, sekarang saya sudah mengambil Visudhi Trisarana, takkan tega melukai makhluk hidup. Suamiku yang belum pernah menghabisi nyawa ayam, memaksakan diri menyembelih hewan tanpa daya itu, meskipun “jurusnya” sangat jelek, sudah begitu lama si ayam masih juga belum tewas, kasihannya si ayam meronta-ronta kesakitan sampai akhirnya menghembuskan napas terakhir, sungguh sadis dan tidak tega melihatnya.

Seminggu kemudian, pukul 3 dini hari, suamiku mendadak muntah darah, saya kira dia muntah sejenak sudah baikan, makanya tidak terlalu peduli, usai muntah kami tidur kembali.

Siapa yang menduga pukul 7 pagi dia kembali muntah darah lagi, barulah saya menyadari hal ini tidak boleh dibiarkan, dengan panik saya segera mengantarnya ke Rumah Sakit terdekat, dokter bilang kondisinya sangat berbahaya makanya langsung diopname.

Setelah dirawat inap di Rumah Sakit dan menjalani sejumlah pemeriksaan, hasilnya semuanya normal. Tidak ditemukan adanya masalah apapun, ditambah pekerjaan suamiku yang sangat sibuk, kami langsung pulang ke rumah.

Malam itu di rumah, saya dan suamiku mendengar suara ayam berkokok, lalu dilanjutkan suara “Tolonglah saya, tolonglah saya.......”  Bagaimana pun kami tidak menghiraukannya, suara ini tetap saja ada.

Dini hari berikutnya, suamiku kembali muntah darah, dengan panik saya mengantarnya ke Rumah Sakit, sama seperti tempo hari, diopname, menjalani sejumlah pemeriksaan, hasilnya normal. Begitulah berulang kali hingga kami merasa keletihan.

Ketika kami mulai frustasi, saya menghubungi Venerable Foguang, beliau menyarankan kami supaya melakukan pertobatan. Kemudian saya bersama suamiku melafal Amituofo sambil bernamaskara di hadapan rupang Buddha.

Sejak itu kami tidak mendengar suara kokok ayam lagi, suamiku juga tidak muntah darah lagi, wajahnya yang semula pucat pasi karena muntah darah, sekarang berangsur-angsur merona kembali.

Setelah melewati kejadian ini, suamiku telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri jasa kebajikan terunggul dari lafalan Amituofo. Dia berkata : “Mulai sekarang harus perbanyak melafal Amituofo, tidak boleh menyembelih hewan lagi.”
  
Oleh : Upasika Fojing
Di : Kota Nanchang, Tiongkok




母鸡复仇念佛解怨

我的母亲是位虔诚的念佛人,因她腿脚不便,我经常搀扶她去南昌弘愿念佛小组念佛,时间一长,我也渐渐喜欢上了「南无阿弥陀佛」这句佛号,喜欢看阿弥陀佛大慈大悲庄严圆满的妙相。每当念起佛号、看到佛像时,我浮躁的心便会慢慢平静下来。

2013年8月,我去弘愿寺皈依了,法名「佛净」,从此我念佛更加精进了。一段时间后我发现,原本任性自私、心浮气躁的我,心性变得平静柔和了,与周围人、事、物的关系也更加融洽了。与此同时,我先生的事业也顺风顺水,我家的小日子也慢慢富裕起来了,我知道这都是阿弥陀佛的慈悲加持。我希望我先生也能念佛,可一直未能如愿,直到发生了一件事情,才彻底改变了他。

2015年元旦过后的一天,一位朋友送来了一只母的土鸡,第二天正好是儿子的生日,我先生便决定把这只母鸡杀了为儿子庆贺生日,我苦劝无果,只好任其所为了。

以前杀鸡宰鸭这类事都是由我这个家庭主妇来做,现在我已皈依佛门了,自然不忍做此杀戮之事。从未杀过鸡的我家先生这次也只好硬着头皮亲自上阵,怎奈「技术」太差,居然很久没把鸡杀死,那只可怜的母鸡挣扎了好一阵子才断气,其状惨不忍睹。

一星期后的一天,凌晨三点,先生突然莫名其妙地吐起血来,我们以为吐一吐就会好,也没有太在意,吐完后我们又继续睡。谁知到早晨七点,先生又「哇哇」地吐了起来。望着那一汪汪吐出来的血水,我们才知道此事非同小可,慌忙打车直奔附近的南昌大学第一附属医院,医生说很危险必须立即住院。住院后做了一系列检查,结果均显示一切正常。见没查出什么问题,再加上我先生工作的确很忙,我们便办了出院手续回了家。

回家的当天晚上,先生和我都听到房间里有母鸡「咯咯咯……」的叫声,仿佛在一声声呼唤「救救我,救救我……」任凭我们怎么赶这声音总是挥之不去。

次日凌晨,先生再次吐血不止,我们又慌忙赶往一附院,照例是住院,照例是做了一大堆检查,照例是一切正常。这样折腾了几次,我们已是身心俱疲。

正在这万般无奈之际,我突然想到应该向弘愿寺求助,于是我拨通了弘愿寺佛广法师的手机,法师说,我和先生要一起念佛忏悔。得到法师的慈悲开导后,我和先生赶紧跪在佛像前念佛忏悔。与此同时,得知消息的南昌弘愿念佛小组的莲友们在虞文英老师的带领下,连续念佛三天回向给那只母鸡。

从那天起,我们再也没有听到鸡叫声,我先生也没有再吐血了,他原本因为吐血而苍白的脸,也逐渐红润起来了。

经过了这件事以后,我先生才真正领略了「南无阿弥陀佛」六字名号不可思议的殊胜功德。他说:「今后一定要多多念佛,无论如何也不能再杀生了。」还说:「有机会一定要去弘愿寺看看。」

    南昌佛净居士



摘录自
念佛感应录(七)