Saturday, February 15, 2020

84 Solusi Segala Masalah


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 84
Solusi Segala Masalah

Xiao Yan, penduduk Kota Panshi, Provinsi Jilin, tahun ini berusia 46 tahun. Setengah tahun yang lalu, kehidupan Xiao Yan adalah tersiksa dan gelap, oleh karena di rumah dia sering melihat arwah orang yang telah meninggal dunia, lagi pula setiap habis melihatnya, dia pasti akan jatuh sakit, siksaan yang mendera jiwa raganya ini tak terungkapkan dengan kata-kata.

Periksa ke Rumah Sakit, selalu tidak ditemukan adanya masalah. Kemudian ada seorang dokter yang berkata, memuja Buddha dapat mengeliminasi musibah, menghapus penyakit.

Xiao Yan segera mengundang (membeli) sebuah rupang Buddha, setiap hari membakar dupa dan bernamaskara pada Buddha, waktu itu dia masih belum tahu melafal Amituofo, penyakitnya juga tidak kunjung sembuh, masih juga sering melihat arwah orang yang telah meninggal dunia, habis itu sekujur tubuhnya akan terasa tak bertenaga, mengalami siksaan yang tak terungkapkan dengan kata-kata.

Suatu hari, Xiao Yan duduk di atas pembaringannya, bagaikan mimpi, dalam kebingungan dia memasuki Neraka. Di dalam Neraka, sekelompok setan kecil datang menangkapnya, ingin mengurungnya ke dalam sangkar besi yang besar sekali, dia berusaha melawan ingin melarikan diri, tetapi tempat tersebut tidak tampak ujung pangkalnya, juga tak berdaya memohon bantuan apapun.

Pada saat inilah muncul seorang pria tinggi besar yang berkata padanya : “Saya membantumu menghadang para setan itu, kamu berlarilah ke arah yang saya tunjukkan.”

Melihat kelompok setan yang membawa rantai besi semakin mendekat, pria itu menghadang mereka, Xiao Yan berlari mengikuti arah yang ditunjuk oleh pria tadi, hingga sampai di tepi sebuah jurang yang gelap gulita.

Hatinya merasa frustasi, tidak tahu bagaimana cara melewatinya, sehingga bertanya kepada pria tadi. Pria itu menjawab : “Melafal Amituofo maka akan terbentang jembatan!”

Xiao Yan cepat-cepat melafal : “Amituofo!”

Ternyata benar, di atas jurang tiba-tiba muncul sebuah jembatan. Dia segera berjalan meniti jembatan tersebut, tetapi dia takut tidak sanggup berjalan sampai ke seberang, lalu bertanya lagi : “Bagaimana kalau tidak sanggup berjalan sampai ke ujung sana?”

Pria itu menjawab : “Melafal Amituofo maka akan ada kereta”. Xiao Yan cepat-cepat melafal : “Amituofo!”

Tiba-tiba di atas jembatan muncul sebuah kereta, Xiao Yan segera naik ke atas kereta, tetapi kereta tersebut tidak ada masinis-nya, hanya berhenti di atas jembatan, tidak bisa berjalan, sekarang dia teringat akan Amituofo, makanya cepat-cepat melafal : “Amituofo.”

Kereta segera dapat berjalan. Oleh karena kereta tersebut cuma bisa mengangkut satu penumpang saja, Xiao Yan jadi mencemaskan keselamatan pria itu, lalu bertanya : “Setelah saya pergi, bagaimana dengan dirimu?”

Pria itu menjawab : “Anda lafallah Amituofo maka dapat menyelamatkan diriku!”

Xiao Yan menumpang kereta dan berhasil keluar dari Neraka, menemukan diri sendiri masih duduk di atas pembaringan di rumahnya, pengalamannya tadi ibarat mimpi, tetapi mirip nyata adanya.

Meskipun sudah berada di rumah sendiri, tetapi masih terbayang-bayang kejadian yang dialaminya tadi, dia menelepon kakak perempuan dari suaminya, menceritakan peristiwa yang dialaminya, sambil melukiskan sosok pria yang mengajarinya melafal Amituofo dan menolongnya waktu berada di Neraka.

Kakaknya setelah mendengar penuturannya, memastikan berkata : “Dia adalah Ayahku yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil, yang juga merupakan Bapak Mertua-mu!”

Oleh karena Bapak Mertua telah wafat sebelum Xiao Yan menikah, makanya Xiao Yan tidak pernah melihatnya, sehingga tidak mengenalinya.

Oleh karena pengalaman aneh ini, Xiao Yan merasakan Maitri Karuna Buddha Amitabha, juga menyadari jasa kebajikan yang tak terbayangkan dari sepatah Amituofo.

Sejak itu, dia meyakini Buddha dengan penuh ketulusan, tiap hari melafal Amituofo, tidak pernah lagi melihat arwah orang yang meninggal, kesehatannya pulih kembali, menjalani hidup dengan ceria.

Ditulis oleh : Fo Yin
Bertempat di : Provinsi Jilin
Tanggal : 16 September 2014

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)



二六、念阿彌陀佛就有救

曉豔吉林省磐石市人今年四十六歲半年之前曉豔的生活是痛苦黑暗的因為她在家裏經常看到已經逝去的人而且每次見到後都會大病一場身心痛苦不堪備受折磨去醫院檢查總是查不出來問題後來一個醫生說請佛供佛即可破除災難免除疾病她立刻請了佛像每天燒香拜佛當時並不知道念佛病沒有好轉還是經常會看見去世的人然後全身無力依舊受折磨痛苦不堪

有一天曉豔在自家炕上坐著像是夢一般迷迷糊糊中進入了陰森森的地獄在地獄中一群小鬼來抓她要將她關在很大的鐵籠子中她拼命掙扎、奔跑但是沒有盡頭也無法求得任何的幫助就在這時突然出現一個又高又大的男人並對她說「我給你擋著這些鬼你按著我說的方向跑」眼見小鬼們拿著大鐵鏈子打過來男人一身擋住曉豔沿著男人所指的方向跑去直到一個深不見底的黑洞口看著這深幽的黑洞不知通向何處心中滿是絕望便問那個人如何繼續前進那個人說

「念阿彌陀佛就有橋!」曉豔趕緊念「阿彌陀佛!」果然洞的上方忽然現出一座橋她馬上走上橋但又擔心再無法前行又問道「上橋後怎麼辦?」男人回答「念阿彌陀佛就有車」曉豔又立刻念「阿彌陀佛!」

橋上便奇蹟般地瞬間出現了一輛車曉豔立即上車但車無人駕駛只是停在橋上無法前行她這時想到了阿彌陀佛便繼續念「阿彌陀佛

車果然行駛起來因為那車只能坐一人曉豔擔心男人的安危問道「我走後你怎麼辦?」男人回答道「你念阿彌陀佛就可以救我了!」

曉豔坐著車逃出了地獄發現還是坐在自家的炕上剛才所經歷的如夢一般但又很真實雖然已在家中想到當時的驚險一幕幕她便給丈夫的姐姐打了電話講述了自己的經歷並描述了那個在地獄中救她還教她念佛的男人的著裝姐姐聽後很確定的說「他就是我車禍去世的爸爸啊也就是你的公公啊」因為他在曉豔結婚之前就已經去世她沒有見過也便沒有認出來

就因為這奇異的經歷曉豔感受到了阿彌陀佛的慈悲也體會到了名號的不可思議從此以後虔誠信佛天天念佛再也沒有看見過已去世的人了身體也好了日子過得很舒心

(吉林佛音 二○一四年九月十六日)

摘錄自 :
《念佛癒病》(一)
  

83 Setan pun Tak Berdaya


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 83
Setan pun Tak Berdaya

Ada seorang Bhiksuni yang akrab dengan perkumpulan Zhunian (kegiatan membantu pasien melafal Amituofo) kami. Sebelum meninggalkan keduniawian, beliau pernah menyaksikan mukjizat dari melafal Amituofo yang sungguh tak terbayangkan.

Bibinya menderita penyakit dan harus menjalani operasi di Rumah Sakit, dia ikut menjaganya. Setelah masuk ke ruang bedah, pasien baru saja dibius, Bibinya melihat ada dua sosok petugas alam baka yang datang menghampirinya,  yang satu berjubah hitam, yang satunya lagi berjubah putih.

Dokter mulai membedah perut pasien, baru saja beberapa saat proses operasi berjalan, pasien sudah menghembuskan napas terakhir. Ternyata setan berjubah hitam dan putih membawa rantai dan memborgol arwah si Bibi, lalu menggiringnya pergi.

Dokter berusaha melakukan pertolongan darurat, namun tidak berhasil, akhirnya bekas operasi hanya dijahit kembali dengan seadanya saja, lalu keluar ruangan mengabari kepada pihak keluarga.

Jasad pasien langsung didorong ke kamar mayat, si kemenakan segera mengikutinya, sambil berjalan sambil berkata pada Bibinya : “Bibi! Cepatlah melafal Amituofo. Bibi! Cepatlah melafal Amituofo.”

Demikianlah sambil berjalan sambil mengulang berkata pada jasad Bibinya, sampai tiba di kamar mayat, ketika dokter bersiap-siap menurunkan jenazah pasien, tiba-tiba terdengar suara Bibi. “Ah!”, Bibi hidup kembali.

Si kemenakan cepat-cepat berteriak : “Bibiku hidup kembali.”

Suster dan dokter cepat-cepat mendorong pasien kembali ke ruang bedah, melanjutkan proses operasi. Operasi berhasil, lalu pasien didorong ke kamar rawat inap.

Esok harinya pasien baru siuman, semua orang penasaran bertanya padanya, apa yang telah terjadi? Bibi menceritakan rentetan peristiwa yang dialaminya :

“Baru saja saya dibius, setan berjubah hitam dan putih datang menghampiriku lalu mengunakan rantai besi memborgol dan membawaku pergi.

Sepanjang jalan saya melihat di kedua sisi jalan berjejer banyak sekali musuh kerabat penagih utang, menjulurkan tangan hendak menangkapku untuk membalas dendam, mereka berteriak : “Kembalikan nyawaku! Lunasi utangmu padaku!”. Pemandangan begini sungguh menyeramkan.

Setan berjubah hitam dan putih ibarat polisi, mengawal di kedua sisi dan tidak membiarkan musuh kerabat penagih utang mendekatiku, menarikku supaya berjalan ke arah depan. Saya tidak ingin meneruskan berjalan, ingin kabur menyelamatkan diri, setan berjubah hitam dan putih menggunakan rantai besi memukuliku, memaksakan supaya meneruskan berjalan ke arah depan.

Pada saat ini, saya melihat di seberang sana pada jarak yang jauh sekali ada sebuah gunung yang tinggi, ada orang yang berteriak padaku : “Bibi! Cepat melafal Amituofo. Bibi! Cepat melafal Amituofo.”

Suara ini terus terdengar berulang-ulang, saat permulaan saya tidak menghiraukannya, tiba-tiba baru saya sadari, suara ini sepertinya sedang menyuruhku supaya melafal Amituofo?

Makanya saya segera melafal Amituofo, Amituofo......berkesinambungan, begitu saya melafal Amituofo, setan berjubah hitam dan putih langsung sirna, musuh kerabat penagih utang yang berjejer di kedua sisi jalan juga tidak tampak lagi, rantai besi yang memborgol diriku juga tidak ada lagi.

Kemudian saya segera berlari ke arah yang berlawanan dan berhasil hidup kembali."

(Dipetik dari : Pengalaman Zhunian dari Upasaka/Upasika Cheng Jin-lin)

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)



二四、念佛 黑白無常 束手無策

有位比丘尼她和我們開封助念團的關係非常好她在家的時候曾經真正看到念阿彌陀佛的不可思議

她嬸嬸得病去醫院做手術她跟著照顧上了手術室麻醉剛開始她嬸嬸就看見兩個人到身邊一黑一白是黑白無常醫生把肚子打開做手術剛進行一會兒人就死了原來是黑白無常拿著鐵鎖鏈來抓人把她嬸嬸帶走了醫生搶救無效以後把之前切開的肚子就隨便給縫上了並到門外通知家屬大體直接被送往太平間她就緊跟著推大體的車子邊走邊拼命地喊「嬸娘啦!趕快念阿彌陀佛嬸娘啦!趕快念阿彌陀佛嬸娘啦!趕快念阿彌陀佛」她扶著車子一直在喊到了太平間醫生正準備往下抬大體的時候病人竟然「啊!」地活過來了

她大喊「我嬸娘活了

護士和醫生趕緊把病人推回手術室重新把肚子拉開繼續手術手術非常成功把人送回病房第二天病人甦醒過來大家都問怎麼回事?她說剛麻醉完黑白無常就過來用鐵鎖鏈把她拉走了一路上她看見兩邊有很多冤親債主伸著手想抓她進行報復嘴裏面叫著:「還我命呀!還我債呀!」景象非常非常恐怖黑白無常就像公安抓人一樣在兩邊護著不讓冤親債主靠近拉著她往前走她不願走拼命想掙脫黑白無常就拿著鐵鎖鏈打她逼著她走

這時她感覺對面很遠很遠的一座高山上有個人在喊「嬸娘啦!念阿彌陀佛呀嬸娘啦!趕緊念阿彌陀佛呀」這個聲音一直在喊開始她沒在意後來忽然醒悟「這個聲音是不是在提醒我念阿彌陀佛」?她馬上就「阿彌陀佛、阿彌陀佛」地念起來一念佛黑白無常就消失了兩邊很多很多的冤親債主也沒有了身上的鐵鎖鏈也沒有了她一看趕緊往回跑「啊!」地一喘氣就活過來了

(轉載自《程晉林居士助念心得》

摘錄自 :
《念佛癒病》(一)