Saturday, January 25, 2020

24 Bersua dengan Orang Sekampung


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 24
Bersua dengan Orang Sekampung

Masih jelas dalam ingatanku, waktu itu adalah bulan Desember 1989, saya terserang penyakit Bronkitis, malam hari tidak mampu terlelap, kalau berbaring rasanya napasku mau terputus, hanya bisa tidur dengan posisi duduk bersila.

Setelah tertidur, dalam kondisi kebingungan, sepertinya ada seorang Bhiksu yang menuntunku berjalan, saya terus bertanya padanya : “Anda mau bawa saya ke mana sih?”

Bhiksu itu menjawab : “Pokoknya ikut saja deh, nanti sampai di sana juga bisa tahu”.

Kemudian kami sampai di sebuah tempat, Bhiksu itu berkata lagi : “Kita melewati jalanan yang di bawah sana, nantinya ada banyak pemandangan indah yang bisa kamu lihat”.

“Panorama indah apaan? Astaga! Itu kan Neraka?!

Setelah kami memasuki Neraka, saya bersua dengan seorang kenalan, tapi bukankah dia masih hidup di dunia? Kok bisa berada di sini? Oleh karena pemandangan Neraka sungguh menyeramkan, makanya saya cepat-cepat mengikuti Bhiksu itu berjalan terus ke arah depan, tidak berani menoleh ke kanan dan ke kiri, tiba-tiba ada suara yang memanggil namaku, saya menoleh ke belakang dan bertanya pada orang itu : “Bagaimana anda tahu namaku?”

Dia berkata : “Tentu saja dong, kita kan orang sekampung, bagaimana tidak tahu namamu?”

Oleh karena manusia yang jatuh ke Neraka, wajah pun sudah berubah, penampilan mereka mirip dengan setan, saya jadi penasaran dan bertanya : “Siapa namamu?”

Dia menyebutkan namanya OOO, lalu saya berkata : “Bukankah kemarin kita baru bercengkerama, kenapa sekarang datang kemari?”

Dia berkata : “Saya mohon kamu bersedia membantuku”.

Saya bertanya : “Bagaimana caranya supaya saya dapat membantumu? Anda seharusnya melafal nama Bodhisattva Ksitigarbha”.

Dia berkata : “Saya sekarang tidak sanggup melafalnya, tidak punya tenaga”.

Saya bertanya lagi : “Katanya tidak bertenaga, tapi kenapa sekarang bisa bicara denganku? Kenapa kalau disuruh melafal nama Bodhisattva malah bilang tidak sanggup?”

Lagi-lagi dia mengulangi ucapannya : “Saya mohon agar anda bersedia membantuku”.

Akhirnya saya bertanya pada Bhiksu penuntun jalan, apa yang harus saya lakukan untuk membantu orang sekampung itu?

Bhiksu menjawab : “Bukankah tadi kamu mengajari teman sekampungmu melafal nama Bodhisattva Ksitigarbha bukan? Yah, lafallah sekarang!”

Kemudian saya melafal nama Bodhisattva Ksitigarbha, seluruh pintu Neraka terbuka, para penghuni Neraka yang sempat keluar jumlahnya lumayan banyak.

Lalu saya bertanya lagi pada Bhiksu itu: “Apa gunanya mereka berhasil keluar, tetapi tidak dapat menjauhi penderitaan dan memperoleh kebahagiaan!

Bhiksu itu langsung menjawab : “Kalau begitu ceritanya, yah lafal Amituofo dong!”

Ketika saya melafal “Namo Amituofo”, satu kali lafalan, di atas permukaan tanah muncul sekuntum Bunga Lotus, dua kali lafalan, muncul kuntum kedua. Sementara itu kuntum pertama berubah semakin besar dan luas,  Bhiksu itu memberi instruksi supaya penghuni Neraka berdiri di atas Bunga Lotus.

Semakin melafal semakin banyak Bunga Lotus bermunculan, kuntum demi kuntum kian membesar dan meluas, satu persatu penghuni Neraka berdiri di atas kuntum-kuntum Bunga Teratai, mereka sangat gembira.

Usai itu, kuntum demi kuntum Bunga Lotus membawa mereka terlahir di Negeri Buddha Amitabha, kemudian Bhiksu penuntun jalan berkata : “Sudah saatnya kita pulang ya”.

Saya terbangun dari tidurku, tiba-tiba terdengar ada suara ketukan pintu, saya membuka pintu, ternyata orang sekampungku yang datang, saya bertanya : “Ada apa gerangan sampai tengah malam datang berkunjung?”

Orang itu menjawab : “OOO baru saja meninggal dunia”.

OOO adalah orang yang saya lihat di Neraka tadi. Oleh karena warga dusunku umumnya adalah umat Buddhis, makanya mengundangku pulang membantu melafal Amituofo.

(Master Ren Huan)

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)



【附】在地獄裡看見活人的靈魂

時間我記得很清楚,那是一九八九年十二月,我得了一場氣管炎的病,得病以後晚上不能睡覺,躺下去就像要斷氣,沒辦法只有通過打坐的方式睡覺。

睡覺以後,迷迷糊糊地好像有一位法師帶我走,我老是問他:「你要帶我去哪裡?」他就是說:「你跟我去就行了。」後來到了一個地方,他說:

「我們往這個地方去,下面很好看。」沒想到那就是地獄。當我們進地獄以後,我見到裡面有一個還在世的活人。因為地獄非常恐怖,很可怕,所以我跟那位法師一直往前走,不敢看左右的牢獄裡面,但是突然有一個人叫我的名字,我回頭過來看好像不認識他,我就問:「你怎麼知道我的名字?」

他說:「我應該認識你,我們是同鄉的人,同在一個地方怎麼不知道呢?」因為靈魂進到地獄以後面貌全部變了,變成惡鬼的形象,我問他:「到底你是誰?」他把名字講出來,後來我講:「你好像昨天都還跟我說話,你怎麼來這裡了?」他的名字叫○○○,跟我同住一個村莊。他說:「希望你幫助我。」

我就對他講:「我怎麼幫助你?你應該念地藏王菩薩名號。」

他說:「我現在念不出來了,沒有力氣念。」

我又說:「你跟我說話都能講得出來,幹嘛念菩薩名號又說念不出來?」

他還是說那句話:「希望你一定要幫助我。」

我就問帶路的那個法師怎麼做?他說:「既然你都懂得教他念地藏王菩薩名號,你就念。」結果我念地藏王菩薩名號以後,地獄的門全部打開,那些惡鬼出來很多。後來我又問那位法師說:「他出來有什麼用,他也不能離苦得樂!」法師就說:「那你念阿彌陀佛嘛!」

當我念「南無阿彌陀佛」的時候,念一聲,地面就湧出蓮花一朵,當我念第二聲,又湧出來第二朵。念到第二聲時,前面那一朵蓮花就變成越來越大,那位法師就暗示那些惡鬼站到蓮花上去。當我越念的時候,蓮花越來越多,前面越來越大,那些惡鬼在蓮花上非常高興。念完了,那些惡鬼和蓮花都往生極樂了,那位法師就說:「我們應該回去了。」

當他說我們應該回去時,我就醒過來了,聽到有人敲門,我一打開門,是我村上的人,我就問他:「有什麼事,半夜來敲門?」來人說:「○○○剛才已經死了。」就是我在地獄裡面見到的那個人。因為我們村上人基本上都學佛,所以叫我回去助念。這是我第一次進地獄,看見活人的靈魂在地獄裡。

(仁煥法師)

摘錄自 :
《念佛癒病》(一)