Thursday, January 23, 2020

17 Bekal Makanan


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 17
Bekal Makanan

Salah seorang sahabat Dharma dari “Perkumpulan Melafal Amituofo” di Taiyuan (Ibu kota Provinsi Shanxi) bernama Liu Xue-zhen, tahun ini berusia 80 tahun. Pada perayaan Imlek tahun ini dia merasa tidak enak badan, lalu periksa ke Rumah Sakit, begitu didiagnosis, dokter langsung menjatuhkan vonis dia menderita Kanker Lambung stadium akhir, harus menjalani Kemoterapi. Mendengar hal ini lansia itu tidak sanggup menahan isak tangisnya.

Baru saja menjalani Kemoterapi untuk pertama kalinya, rambut Liu Xue-zhen berguguran semuanya, kondisi tubuhnya menurun drastis dari hari ke hari, pada saat inilah dia jadi teringat peristiwa aneh yang dialaminya sewaktu usia 40 tahun.

Kala itu dia bersua dengan seorang tuna netra yang meramal bahwa Liu Xue-zhen hanya bisa hidup sampai usia 80 tahun saja. Liu Xue-zhen berpikir, ternyata benar, tahun ini dia memang berusia 80 tahun, lalu terserang kanker, tampaknya ajalnya memang sudah tiba.

Dia telah kehilangan asa dan melepaskan segala harapan untuk hidup, sekaligus juga melepaskan segala bentuk pengobatan, pulang ke rumah menanti ajal tiba.

Liu Xue-zhen mempunyai seorang tetangga yang bernama Liu Xiu-ying, merupakan praktisi pelafal Amituofo, setelah mengetahui kondisi penyakit Liu Xue-zhen, lalu membawanya ke “Perkumpulan Melafal Amituofo” kami, menasehatinya melafal Amituofo supaya penderitaan sakitnya bisa berkurang.

Sebelumnya Liu Xue-zhen tidak mengenal Ajaran Buddha. Saat permulaan melafal Amituofo, sekujur tubuhnya sampai menggigil, bicara pun tidak jelas, tetapi dia tetap gigih melanjutkan melafal Amituofo, menghadiri kebaktian pelafalan Amituofo di perkumpulan kami.

Dua bulan kemudian, mukjizat pun muncul, kondisi kesehatan Liu Xue-zhen mulai membaik, sekarang sudah mampu berbicara. Dia bahkan sanggup mengikuti kami berjalan sambil melafal Amituofo hingga satu jam lamanya, saya menyarankan agar dia istirahat sejenak, tetapi dia cuma tersenyum dan bilang tidak capek, bahkan memberitahuku sebuah rahasia.

Ternyata setelah melafal Amituofo, 20 hari kemudian Liu Xue-zhen bermimpi ada dua setan kecil yang berteriak padanya : “Cepat ikuti kami, bekal makananmu sudah habis!”

Lalu dua setan itu mengapitnya satu kiri satu kanan, seperti menggiring tahanan. Tiba-tiba datang lagi seorang “setan tua”, berkata : “Lepaskanlah dia, saya akan memberinya bekal makanan sebanyak 4 ribu kati”.

Liu Xue-zhen mengangkat kepalanya melihat ada satu gerobak besar berisi bekal makanan muncul di hadapannya. Dia sangat tercengang dan tanpa henti bertanya : “Astaga, dalam setahun saya baru menghabiskan 200 kati makanan, bekal makanan yang begitu banyak, butuh berapa tahun baru bisa dihabiskan?”

Setelah mendengar cerita Liu Xue-zhen tentang mimpinya tersebut, saya ikut bersukacita, sambil berkata padanya : “Mimpimu tersebut menunjukkan usiamu bertambah panjang, tetapi, jika anda baik-baik melafal Amituofo, setibanya di Alam Sukhavati menikmati usia tanpa batas”.

“Tempo hari ketika anda menderita penyakit kritis, anda mempersiapkan diri untuk mati, sekarang anda sudah melafal Amituofo, jadi tidak perlu takut mati lagi, oleh karena kita sekarang adalah terlahir ke Alam Sukhavati, jadi takkan ada kematian lagi, tetapi terlahir, akan memperoleh usia tanpa batas”.

Setelah mendengar perkataanku, Liu Xue-zhen sangat bersukacita, sejak itu semakin ulet melafal Amituofo. Setelah melewati satu kurun waktu, kepala gundulnya mulai menumbuhkan helaian rambut baru, yang semula beruban kini menjadi rambut hitam.

Kini kondisi kesehatan Liu Xue-zhen sangat bagus, bahkan tanggal 24 Juli tahun ini, dia masih bersama sahabat Dharma lainnya melakukan ziarah ke Gunung Wutai.

Liu Xue-zhen berkata, sekarang dia sudah mengerti, asalkan memfokuskan pikiran melafal Amituofo, maka saat menjelang ajal dapat terlahir ke Alam Sukhavati, ini merupakan hal yang sangat diharapkan setiap insani, merupakan akhir yang paling sempurna dalam kehidupan manusia.

Daripada mendambakan bekal makanan sebanyak 4 ribu kati dari “setan tua” lebih baik bertekad memperoleh “bekal makanan” usia yang tak terhingga dari Buddha Amitabha, inilah yang diinginkannya.

Dia telah membulatkan tekad melafal berkesinambungan, hidup sehari melafal Amituofo sehari, dengan penuh sukacita menanti Buddha Amitabha datang menjemput.

Disampaikan secara lisan oleh : Fo Ming
Dicatat oleh : Fo Li

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)


十八、彌陀的口糧 癒晚期胃癌

山西太原桃南念佛組有一位蓮友叫劉學珍今年八十歲今年春節時她覺得身體不舒服就去醫院體檢誰知一檢查發現已經是胃癌晚期需要化療她一聽就哭了

開始化療後劉學珍的頭髮被全部剃光身體一天不如一天這時她才想起四十歲時遇到的一件怪事

當時她遇見一個盲人盲人給她算命說她能活到八十歲劉學珍一想沒錯今年她八十歲又得了胃癌看來壽命確實到了她徹底失去了活下去的希望於是乾脆放棄治療回家等死

劉學珍有位鄰居叫劉秀英是位念佛人得知了劉學珍的病情便把她攙扶著來到我們桃南念佛組勸她念佛說念佛能夠減輕病痛

在這之前劉學珍從未接觸過佛教剛開始念佛時她渾身哆嗦連說話都不得勁但是她一直堅持念佛參加念佛組的共修活動

兩個月後奇蹟出現了劉學珍的身體明顯好轉也能夠開口說話了她和我們一起在碑林公園拍手繞佛連續走了一個小時我勸她休息一下她笑著說自己不累並告訴我一個小祕密

原來念佛二十天後劉學珍做了一個夢她夢見兩個小鬼對她喊「快跟我們走沒有你的口糧了!」並一左一右要拉她走這時又來了一位「老鬼」「放開她我給她送來了四千斤口糧

劉學珍抬頭看去只見面前出現了一大卡車的糧食她不禁驚訝地說「我的媽呀我一年才吃兩百斤糧食這麼多糧食多少年才能吃完啊?」

聽了劉學珍的夢我很為她高興並告訴她「你做的那個夢的確是延長了壽命但是如果你好好念佛到了極樂世界就是無量壽以前得絕症的時候你準備去死現在念了佛就更不用怕死了因為咱們從這個地方往生極樂世界不是去死而是去生會得到無量的壽命

聽了我的話後劉學珍十分歡喜從此以後念佛更加精進又過了一陣她的光頭上長出了新頭髮原先的白髮竟然變成了黑髮現在劉學珍的身體很好今年七月二十四號還與蓮友們一起去五臺山拜佛

劉學珍說現在她終於明白只要一心念佛就能在命終時從娑婆世界往生到極樂世界這真是求之不得的好事是人生最圓滿的結局

比起夢中「老鬼」送來的口糧阿彌陀佛的無量壽「口糧」才是她真正想要的她以後會繼續好好念佛活一天便念一天歡喜等待彌陀迎接

(佛明居士述 笑笑佛力記)

摘錄自 :
《念佛癒病》(一)