Friday, June 19, 2020

11 Prasasti Bertuliskan “NAMO AMITUOFO”




Keterangan gambar :
Foto di artikel diambil dari internet, 
tidak mewakili lokasi kejadian yang sebenarnya.

 


Melafal Amituofo Memancarkan Cahaya 11
Prasasti Bertuliskan “NAMO AMITUOFO”

Di sebuah belokan jalan di Dusun Zhulian, Kota Yuanjiang, Provinsi Hunan, kira-kira sepanjang 50-60 meter, pohon-pohon tidak bisa tumbuh di bagian jalan ini, sementara itu di bagian lainnya pohon dapat tumbuh subur, alasannya adalah di tempat belokan ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas, sebelum pohon kecil tumbuh sudah keburu digilas mobil.

Warga sekitar sering mendengar jeritan setan. Begitu mendengar suara jeritan setan, mereka sudah tahu pasti akan terjadi kasus kecelakaan baru lagi, kejadian berulang begini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya.

Sementara itu ada dua unit bangunan bertingkat yang terletak di sisi jalan yang berdekatan dengan lokasi naas tersebut, tidak ada orang yang berani menghuninya, oleh karena dianggap tidak bagus fengshui-nya, pemilik rumah sebelumnya sejak awal sudah pindah karena ketakutan mendengar suara jeritan setan.

Kejadian ini sampai ke telinga para praktisi pelafal Amituofo yang berada di Kota Yuanjiang, mereka beramai-ramai mengeluarkan isi dompet sendiri untuk membuat sebuah batu prasasti besar yang berukiran aksara “NAMO AMITUOFO”.

Pada tahun lalu, lunar bulan 12 hari ke-24, ada sejumlah 20-30 orang sahabat Dharma dengan diketuai oleh seorang anggota Sangha, berangkat menuju ke lokasi kejadian untuk melafal Amituofo dan meletakkan batu prasasti tersebut.  

Warga dusun setelah mengetahui hal ini, dibawah pimpinan ketua dusun, sekitar 100-200 orang, ikut menghadiri kegiatan pelafalan Amituofo tersebut.

Barisan peserta pelafal Amituofo yang rapi dan berwibawa memenuhi jalanan sepanjang 100-200 meter, setelah melafal hingga dua jam lebih lamanya, kalung bertuliskan aksara NAMO AMITUOFO dan tasbih yang dibawa oleh para sahabat Dharma, langsung laris dibagikan kepada warga dusun. 

Mungkin sudah bertahun-tahun lamanya mereka diganggu suara jeritan arwah korban yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di lokasi naas tersebut, tak berdaya terbebas dari gangguan ini, maka itu dengan segenap hati berharap ada sejenis “jimat sakti” yang dapat melindungi mereka supaya selamat dan sejahtera.

Sejak batu prasasti bertuliskan aksara “NAMO AMITUOFO” diletakkan di jalanan tersebut, di daerah sekitar tidak pernah terdengar lagi suara jeritan setan, juga tidak pernah lagi terjadi kecelakaan lalu lintas.

Warga dusun setelah memperoleh manfaat ini, setiap kali ada masalah yang menimpa keluarganya, mereka akan membawa buah-buahan pergi berdoa di depan batu prasasti “NAMO AMITUOFO”.

Kami mendengar kisah ini ketika berkunjung ke rumah Upasika Wang Yi-zhen pada lunar bulan 6 hari ke-18. Ketika mengemudi mobil menempuh perjalanan pulang dari Kota Yuanjiang ke Changsha, kebetulan melewati lokasi jalan tersebut, sambil memperhatikan sepanjang jalan, akhirnya menemukan di sisi jalan ada sebuah batu prasasti yang besar, kami merasa penasaran dan turun dari mobil untuk mengamatinya lebih dekat.

Kondisinya serupa dengan yang diceritakan oleh para sahabat Dharma. Tinggi prasasti kira-kira lebih dari 2 meter, dua sisi batu prasasti juga berukiran aksara “NAMO AMITUOFO”, di tepinya ada sepasang kuplet yang bertuliskan : “Segala kejahatan di dunia ini hendaknya menjalankan kebajikan; Buddha Amitabha menyelamatkan semua makhluk.”

Di bagian bawah terdapat sebaris tulisan berukuran kecil “Tanggal 6 Desember 2003, didirikan oleh perkumpulan sahabat Dharma Kota Yuanjiang), ukiran tulisannya dicat warna merah, sangat indah dan menarik.

Di sisi jalan juga berjejer rapi pohon-pohon kecil, yang tumbuh dengan baik, tidak ada lagi yang ditabrak. Sayangnya kami tidak membawa kamera, tidak dapat mengabadikannya.

Disampaikan secara lisan oleh : Wang Yi-zhen dan Tang Yu-lan
Disusun oleh : Venerable Shi Jing-zong
Bulan Juni Tahun 2004


 

《念佛放光》
立六字碑  永消車難

湖南省沅江市竹蓮鄉某段公路拐彎處大約有五、六十米的路段路邊的樹從來都長不起來而其它路段的樹都有大碗口粗了原因是這個拐彎處經常發生車禍不等小樹長起來就被撞斷了。附近的村民常聽到鬼叫。一聽到鬼叫,肯定要出新的車禍,多年來都是如此。而緊靠路邊的兩處樓房竟無人居住,因為此地不吉祥,主人怕鬼叫,就搬走了。

這件事傳到沅江市專修念佛的蓮友耳中,他們就集體出資做了一塊「南無阿彌陀佛」大石碑,於去年農曆十二月二十四日過小年的那天,二、三十位蓮友在法師的帶領下,專門僱車去到那裡念佛灑淨,安立「南無阿彌陀佛」石碑。全村的人知道這個消息,由村長帶隊,上到八十歲的老人,下到七、八歲的兒童,總共一、二百位,燃放鞭炮,趕來參加念佛,浩浩蕩蕩的念佛隊伍有條不紊,有一、二百米長,念了兩個多小時;蓮友們帶來的佛牌、念珠都被村民們一搶而空,大概是多年來他們被車禍鬼叫所擾,無法擺脫,而一心期望佛物能保佑他們平安吉祥吧。

自從「南無阿彌陀佛」六字名號的石碑立下去之後,當地再也沒有聽到鬼叫,也不再發生車禍了。而村民們因為得了這樣的好處,如果誰家有什麼事,就會帶著水果到「南無阿彌陀佛」六字名號的石碑前擺供磕頭祈求。

我們是六月十八日在王怡珍居士家聽說此事的。開車從沅江返回長沙時,正好路過那個地段,便一路注意,果然發現路邊有一個很大的石碑,我們都很有興趣地下車察看。只見周圍的情形正和蓮友們說的一樣。石碑高約兩米多,正反兩面都刻有「南無阿彌陀佛」六個大字,兩邊還有一幅對聯:「世間萬惡當行善;阿彌陀佛度眾生。」下面一行小字「二○○三年十二月六日沅江眾蓮友立」,都用紅漆描過,很是醒目。而路邊又整整齊齊地栽上了小樹,長得很好,沒有一顆被撞。只可惜我們沒有帶相機,不能攝下來。(王怡珍、唐玉蘭口述.釋淨宗整理,二○○四年六月)

按:
六字名號乃佛心    凡所在處鬼神欽
消災免禍平常事    往生極樂方稱心