Friday, January 31, 2020

46 Tidak Ada yang Mustahil


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 46
Tidak Ada yang Mustahil

Pada masa Dinasti Qing terdapat seorang yang bernama Liang Wei-zhou, penduduk Kabupaten Sheng, Shaoxing, Provinsi Zhejiang, melatih diri di Vihara Long Tan’An (Provinsi Hunan) dengan status sebagai praktisi awam.

Pada usia 40 tahun kehilangan penglihatan, bahkan makan dan minum pun tidak sanggup mandiri, sehingga tidak ingin hidup lagi.

Master Yunli menghentikan pikiran pendeknya dan menasehatinya : “Jangan mati sia-sia, di penjuru barat terdapat seorang Buddha yang bernama Buddha Amitabha, andaikata anda membangkitkan ketulusan melafal Amituofo, kelak terlahir ke Alam Sukhavati mengakhiri samsara, apalagi sekarang cuma kehilangan penglihatan saja!”

Liang Wei-zhou menerima dan melakukan sesuai nasehat Master Yunli. Sejak itu Master Yunli setiap hari mengantar hidangan kepada Liang Wei-zhou, Liang Wei-zhou semakin ulet melafal Amituofo.

Demikianlah tiga tahun berlalu, mata Liang Wei-zhou mendadak dapat melihat kembali. Setengah bulan kemudian dia memberitahu orang banyak : “Saya akan pergi”.

Tiga hari kemudian, tepat siang hari, dia menghadap ke arah barat lalu duduk bersila dan terlahir ke Alam Sukhavati.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 1773.

(Master Yunli)

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)



五、雙目復明 預知時至

清朝梁維周浙江紹興嵊縣人在龍潭庵帶髮修行四十歲時眼睛看不見連飲食都沒有能力自足一心想死

雲麗法師制止他說「不要白白地死西方有佛號阿彌陀你若能至心稱念阿彌陀佛不難橫超生死瞎了眼又算得了什麼!」他照著做

雲麗法師從此每天募飯供給他梁維周更加懇切地念佛

這樣經過三年眼睛突然復明半個月後告訴大眾說「我要走了

三天後正當中午向西坐化往生

此事發生在乾隆三十八年(一七七三)
(僧雲麗述)

摘錄自 :
《念佛癒病》(一)
  

45 Pengorbanan Seorang Guru


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 45
Pengorbanan Seorang Guru

Jiang Yi-yuan, ketika masih menjabat sebagai kepala sekolah, oleh karena mencurahkan terlampau banyak tenaga dan pikiran dalam mendidik murid-muridnya, memforsir diri dan bekerja ekstra keras, akibatnya jatuh sakit, baik tabib timur maupun dokter barat juga tidak berhasil menyembuhkannya.

Selama ini dia tidak memahami Ajaran Buddha, Jiang Wei-nong pergi membesuknya, jika memang tidak bisa diobati lagi, maka tidak usah cari dokter lagi. Hendaknya waktu yang ada digunakan untuk melafal Amituofo, begini masih ada harapan buat sembuh.

Jiang Yi-yuan percaya pada hal begini, akhirnya penyakitnya sembuh, sejak itu dia mengerahkan segenap tenaga dan pikiran guna menasehati orang lain supaya melafal Amituofo.

Ada seorang sanak saudaranya yang usianya mendekati 70 tahun, sepasang matanya mengalami kebutaan. Belum sampai setahun dia melafal Amituofo, sepasang matanya pulih dan dapat melihat kembali.

(Master Yin Guang)

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)



四、誠心念佛 重病痊癒

江易園當校長的時期因極盡心力教授學生導致用心過度得了重病中西醫都治不好

他一向不懂佛教江味農去看他說既然就醫無效就別看了;應當誠心的念佛就會好的易園相信這事病後來就好了從此極力勸人念佛

有一位親戚快七十歲兩眼失明易園勸他念佛還不到一年雙眼就恢復了視力

(《印光大師文鈔》)

摘錄自 :
《念佛癒病》(一)
  

44 Sembuh dari Kebutaan


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 44
Sembuh dari Kebutaan

Di Kabupaten Jiaxing, Provinsi Zhejiang, terdapat seorang sahabat Upasaka Fan Gu-nong yang bernama Tuan Dai.

Tuan Dai pernah bekerja di Sekolah Menengah Nanyang di Shanghai. Suatu hari sepasang matanya mendadak menderita kebutaan, dia jadi begitu risau dan kehilangan asa.

Upasaka Fan Gu-nong menasehati sahabatnya itu supaya melafal Amituofo, bahkan menyarankan dirinya menetap di Vihara Baoben yang berlokasi di Pinghu.

Setiap hari siang dan malam Tuan Dai memfokuskan pikiran melafal Amituofo berkesinambungan. Demikianlah kurun waktu setahun lebih telah berlalu, sepasang matanya pulih dan dapat melihat kembali.

Hal ini diceritakan oleh Fan Gu-nong kepada diriku.

(Master Hong Yi)

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)



三、念佛年餘 瞽目重明

浙江嘉興縣范古農的朋友戴先生曾在上海南洋中學做事雙眼忽然失明憂鬱不快樂

古農就勸他念阿彌陀佛並介紹他住在平湖的報本寺裏每日早晚一心專念佛號這樣過一年多雙眼又看得見了

這事是古農告訴我的

(弘一大師《淨宗問辯》)

摘錄自 :
《念佛癒病》(一)
  

43 Tulang Patah Tersambung Kembali


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 43
Tulang Patah Tersambung Kembali

Upasaka Su Guang-ming, usia 50 tahun, orang Singapura. Pada tanggal 8 Agustus 2016, ketika sedang mengayuh sepeda, tiba-tiba tertabrak bus yang melintas di belakangnya, hingga jatuh terpental.

Setelah diperiksa, dokter menyatakan banyak ruas tulang di tubuhnya yang patah. Tulang rusuknya patah 8 batang, tulang pinggul, sebagian tulang belakang hampir sepenuhnya patah, mustahil bisa pulih kembali.

Meskipun diobati dan keluar dari Rumah Sakit, selanjutnya hanya bisa menjalani hidup sebagai orang cacat. Saat itu Upasaka Su berada dalam kondisi koma hingga dua minggu kemudian barulah siuman.

Sebelum ditimpa musibah, Upasaka Su adalah seorang praktisi pelafal Amituofo, sekarang bertemu dengan cobaan berat, namun dia tidak berkeluh kesah sama sekali, masih tetap gigih melafal Amituofo.

Dokter melarangnya turun dari ranjang pasien dan berjalan, tetapi Upasaka Su saat malam hari tidak ada orang yang melihatnya, dia turun dari ranjang pasien, dengan membawa sebatang tongkat, dia berjalan sambil melafal Amituofo; pagi harinya dia bersandar di ranjang pasien dan melafal Amituofo berkesinambungan.

Dua bulan kemudian, sehari sebelum menjalani CT Scan, malam harinya, Upasaka Su bermimpi sebuah kejadian yang mengherankan : dia merasakan ruas tulangnya yang patah disambung kembali oleh seseorang. Waktu itu dia tidak mengenali siapa orang itu.

Keesokan paginya sesuai jadwal, dia pergi ke Rumah Sakit menjalani CT Scan. Dokter menyimpulkan semua ruas tulangnya dalam kondisi normal.

Semua orang merasa heran seakan-akan tak percaya, oleh karena 2 bulan yang silam, tulang-tulangnya patah dan divonis tidak bisa pulih lagi, seorang pasien yang hanya bisa pasrah menerima kenyataan sebagai orang cacat seumur hidup, kenapa sekarang malah dibilang  dalam kondisi normal?

Setelah 1-2 hari berlalu, Upasaka Su keluar dari Rumah Sakit, bahkan hari ini (tiga bulan sejak kejadian musibah), tampak beliau berjalan seperti orang normal, bahkan sanggup mengangkat barang sendirian.

Melihat mukjizat ini, dalam ingatanku bergema kalimat “Buddha Amitabha adalah Raja Tabib Agung”.

Sepatah Amituofo sulit dibayangkan juga sulit diukur kedalamannya, berterima kasih pada Ayahanda penuh Maitri Karuna, Buddha Amitabha yang selamanya menjaga dan menyinari kami para praktisi pelafal Amituofo.

Diceritakan oleh : Upasaka Su Guang-ming
Ditulis oleh : Fo Zhu
Tanggal : 25 Januari 2017

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)



八、骨斷醫療無望 彌陀加持痊癒

蘇光明居士五十歲新加坡人在二○一六年八月八日正當在路上騎自行車之時突然被後方前來的巴士撞倒在地經過診斷醫生表明蘇居士身體多處骨斷其肋骨斷了八根髖骨、部分脊髓骨幾乎全斷已經回復無望;就算康復出院下半輩子的人生也只能像殘疾人士一樣過日子蘇居士當時也整整昏迷了兩個星期才甦醒過來

蘇居士在出事之前就是一個念佛人現在遇到了橫難也不怨天不尤人還是堅持念佛本來醫生不准其下床走動但是蘇居士乘晚上沒人之時就自己下床勉強提著拐杖背部扛著架子經行念佛;白天時躺在床上只要有時間就一直念佛

就在甦醒、念佛兩個月後在醫療掃描的前一天晚上蘇居士就做了一個很奇怪的夢:
他感覺自己的骨頭在夢裡一根一根地被某個人接回當時他並不知道那個人是誰隔天一醒經過掃描診斷醫生發現其骨骼已經回復正常

大家頓時感到難於置信因為畢竟兩個月前其骨頭已經被診斷為無法復原將會面臨一輩子的殘障生活怎麼就這樣子回復正常了呢?

過後一兩天蘇居士真的就出院了而且今天(三個月後)看到的蘇居士如正常人一樣走路並且還可以自己提東西看到如此事蹟腦中旋繞的就是「阿彌陀佛是大醫王」這句話

這句佛號難思難議感恩大慈悲父阿彌陀佛永遠照耀我們念佛人

(新加坡 蘇光明居士口述 佛助筆錄 二○一七年一月二十五日)

摘錄自 :
《念佛癒病》(一)