Friday, February 14, 2020

82 Di Mana-mana Ada Amituofo


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 82
Di Mana-mana Ada Amituofo

Enam tahun yang silam, ketika usiaku 80 tahun, pernah menderita penyakit kritis dan meninggal dunia. Keluargaku membantuku mengenakan pakaian dan sepatu mendiang, disemayamkan di rumah. Namun di luar dugaan, pada hari ke-7 saya hidup kembali.

Setelah meninggal dunia, arwahku kebingungan dan berjalan tanpa arah, tidak tahu ke mana harus menuju. Juga tidak tahu entah sudah berapa lama saya berjalan, akhirnya samar-samar di depan sana tampak ada sebuah jembatan, entah jembatan apa itu, lalu dalam kondisi kebingungan pula, saya melangkahkan kaki meniti jembatan tersebut.  

Ketika hampir tiba di seberang sana, ada seorang Bodhisattva menarikku dengan kuat : “Pulanglah, cepat melafal Namo Amituofo!”

Selanjutnya jasadku yang telah disemayamkan selama 7 hari, mendadak  kedua kakiku tersentak, sepatu jasad pun terbang melayang. Perlahan saya berusaha bangkit dan duduk, menghela napas panjang, lalu melontarkan keluar kata pertama yakni : “Namo Amituofo!”

Sebelum wafat, saya dan keluargaku tidak tahu sama sekali apa itu Buddha, terlebih-lebih juga tidak tahu melafal Namo Amituofo, hanya saja sudah bertahun-tahun saya menjalani pola makan Vegetarian. Tetapi sejak saya hidup kembali, dengan sendirinya saya sudah tahu melafal Amituofo.

Putriku berbisnis dan memiliki sejumlah uang, lalu mengatasnamakan diriku mendonasikan 200 ribu Yuan, untuk membangun sebuah Vihara, lalu mengundang seorang Bhiksuni berdiam di dalamnya, juga membiarkan diriku menetap di Vihara.

Sejak hidup kembali, kondisi kesehatanku sangat bagus. Di dalam Vihara, setiap pagi saya bangun melakukan kebaktian pagi, lalu turun ke ladang bercocok tanam, juga mengurus segala keperluan Bhiksuni yang berusia 50-an, mencuci pakaian beliau, menuangkan air, segala pekerjaan juga dilakukan.

Tahun ini, keluargaku karena mempertimbangkan usiaku yang kian lanjut, takut kalau di Vihara tidak ada yang menjagaku, sementara tidaklah leluasa bagiku tinggal bersama keluargaku yang non Vegetarian, lalu menghubungi seorang Upasika yang juga merupakan Veggie, menitipkan diriku di rumahnya.

Namun siapa yang menduga ternyata Upasika ini juga merupakan seorang praktisi pelafal Amituofo, makanya hari ini dia membawaku ke Vihara yang memfokuskan diri melafal Amituofo.

Saya sangat gembira, hari ini, jodohku dengan Buddha Amitabha akhirnya sudah masak!

Diceritakan secara lisan oleh : Yan De-feng
Dicatat oleh : Upasaka/Upasika Fo Lian

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)



二一、菩薩送我返陽間 教念彌陀往西方

我在六年前也就是八十歲那年曾重病身亡家人將我全身老衣老鞋(即壽衣壽鞋)穿戴整齊停放在家裡過七不料我卻在第七天返陽復生

我自死後迷迷茫茫不知在何處不停地走著也不知走了多久終於隱隱約約看見一座橋也不知是什麼橋就迷迷糊糊地往那座橋走去

正要過橋一位菩薩拽住我使勁一拉「回去吧快念南無阿彌陀佛!」

接著已在停屍床上躺了七天的我猛地兩腳一蹬將老鞋都踢飛了我緩緩坐起來長吐了一口氣第一句話就是「南無阿彌陀佛!」

在我死前我和家人從來都不知道什麼是佛更不會念南無阿彌陀佛只是我吃長素多年了可是自從我死而復生之後我就自然會念南無阿彌陀佛了

我的女兒做生意有些錢還特地以我的名義捐了二十萬元建了一座小寺廟請了一位女師父讓我在裡面長住了幾年

死而復生之後我的身體一直很好在廟裡我每天起早做功課、下地勞動還照顧那位五十來歲的女師父的起居幫她洗衣、倒水什麼事都做

今年家人因為我年紀大了怕我一人住在廟裡沒人照顧與不吃素的家人住在一起又不方便就特地聯繫了一位吃長素的居士把我寄住在她家哪知這位居士就是專門念南無阿彌陀佛的所以她今天帶我來到這個專念南無阿彌陀佛的道場我非常高興今天我跟阿彌陀佛的緣算是成熟了!

(嚴德鳳老人自述 佛蓮居士記錄)

摘錄自 :
《念佛癒病》(一)