Saturday, June 20, 2020

02B Belajar dari Kasus Li Yuansong (Bgn 2)



Kisah Nyata Penyelamatan Buddha Amitabha
02B. Belajar dari Kasus Li Yuansong
(Bagian 2)

Jalinan Jodoh Tanah Suci Li Yuan-song

(Ditulis oleh : Venerable Jingzong)

Sekitar Bulan Oktober, guruku (Master Huijing) meneleponku supaya melihat website “Modern Zen”. Selama ini guru tidak pernah menyarankan kami melihat website tersebut, pikir-pikir pasti ada alasannya.

Alhasil begitu online, website “Modern Zen” tidak bisa diakses, lalu saya menelepon balik melaporkan hal ini kepada guru, guru menjawab : “Kalau begitu sudah betul lho.” Kemudian guru menceritakan sebuah kejadian yang membuatku tercengang.

Guru mengatakan : “Modern Zen adalah sebuah organisasi Buddhis yang berskala internasional, website mereka juga berskala internasional, tersedia dalam berbagai bahasa asing, memiliki pengaruh yang luas.

Tetapi mereka telah memutuskan, mulai sekarang membubarkan buat selama-lamanya “Modern Zen”, buku-buku berbau Modern Zen yang telah diterbitkan sebanyak hampir 20 judul, mulai sekarang akan dihentikan dan takkan dicetak lagi.

Saya bertanya : “Apa yang telah terjadi?”

Guru melanjutkan perkataannya : “Beberapa waktu yang lalu ada orang yang meneleponku, yang bertanya tentang makna dari Ajaran Tanah Suci, tekad agung Buddha Amitabha. Dia membaca beberapa judul buku hasil karyaku, di hatinya telah menjatuhkan pilihan pada Pintu Dharma Pelafalan Amituofo.

Dia telah meneleponku sebanyak beberapa kali, tetapi tidak pernah mengungkapkan jati dirinya. Saya juga tidak pernah bertanya padanya. Kemudian barulah dia mengungkapkan dirinya adalah pencetus Modern Zen, yakni Li Yuan-song, bahkan memohon Visudhi Trisarana. Aiya, dengan pengaruh dan popularitas Li Yuan-song di dunia Buddhisme, saya Huijing bahkan menenteng tasnya saja tidak layak lho!”

Guru selalu merendah hati. Andaikata si penelepon tidak mengungkapkan jati dirinya maka guru juga takkan menanyakan jati diri si penelepon; oleh karena si penelepon menanyakan Dharma, maka guru hanya menjelaskan padanya, takkan menambah topik pembicaraan lainnya.

Sekarang si penelepon memohon Visudhi Trisarana dibawah bimbingan guru, beliau malah bilang tidak layak, takkan merasa bangga sama sekali.

Lantas apa sebabnya sampai Li Yuan-song menelepon guru? Ternyata beliau menderita sakit kritis, oleh karena dia telah merintis Modern Zen, maka dia harus bertanggung jawab menuntun para pengikutnya kepada puncak Buddha Dharma, andaikata dia tidak membawa para pengikutnya pada Pintu Dharma pembebasan agung, bukankah tanggung jawabnya belum selesai?

Meskipun tahu sedikit tentang tekad Buddha Amitabha, tetapi dia sendiri masih ragu, makanya menelepon bertanya pada Master Huijing, guna menghapus keraguannya. Alhasil Li Yuansong merekomendasikan Pintu Dharma Tanah Suci kepada para pengikutnya dan para pembaca setianya, sebagai tanggung jawabnya kepada jiwa kebijaksanaan mereka.

Li Yuan-song merupakan perintis sekte “Modern Zen”, meskipun saya tidak memahami, namun sudah lama saya mendengar kemasyhurannya.

Keputusan Li Yuan-song untuk beralih dari metode Zen ke metode Sukhavati adalah dengan keikhlasan penuh, takkan setengah hati :
Dia membubarkan “Modern Zen” yang dirintisnya.
Dia menghentikan segala bentuk percetakan buku karangannya.
Dia ber-sarana (berlindung) pada Pintu Dharma Tanah Suci dibawah bimbingan Master Huijing.

Oleh karena Li Yuan-song telah bersarana pada Pintu Dharma Tanah Suci, maka segala aktivitas Modern Zen telah dibubarkan secara total. Tindakan-nya ini yang mengakui kesalahan diri sendiri, butuh berapa besar keberanian dan kekuatan!

Kemudian dari penjelasan guru, saya semakin memahami lebih banyak.

Sebagian orang yang begitu mulai memiliki sedikit popularitas, sangat jarang ada yang bersedia menerima kritikan orang lain, bahkan ketika dia tidak tahu kebenaran, akan memaksakan diri berlagak sok tahu.

Li Yuan-song pada akhirnya merupakan seorang sosok yang tidak menutupi kekurangan yang dimilikinya, dia mengaku belum pernah mengecap pendidikan yang mencukupi, masih banyak yang belum diketahuinya, buku-buku yang diterbitkannya adalah apa yang disampaikannya secara lisan, lalu murid-muridnya yang menulisnya.

Meskipun dia adalah ketua sebuah perkumpulan, namun dia takkan membual, orangnya rendah hati, sopan, tahu menghormati orang lain.

Dalam pergaulan, dia terkenal berjiwa ksatria, lebih baik dirugikan daripada merugikan orang lain, makanya orang-orang yang berdekatan dengannya, meskipun tidak semuanya setuju dengan pandangannya, namun juga salut pada kepribadiannya.

Oleh karena itu, dia bisa memiliki banyak pengikut, sehingga mampu mendeklarasikan sekte “Modern Zen” yang berpusat di Xiangshan. Dia mampu mempengaruhi hingga ada 150 KK pindah dan menetap ke daerah Xiangshan.

Bahkan diantara pengikutnya ada yang berprofesi dosen, profesor, dokter, pengacara, pemusik, pelukis, ahli kaligrafi, penulis dan sebagainya. 

Sejak ber-sarana pada Pintu Dharma Tanah Suci, Li Yuansong tidak memaksa para pengikutnya harus mengikuti jejaknya, namun murid-muridnya itu seluruhnya ikut ber-sarana pada Pintu Dharma Tanah Suci dan membentuk sebuah perkumpulan praktisi Pelafal Amituofo, mengubah isi website mereka menjadi website ajaran Tanah Suci, beralih mencetak buku-buku Ajaran Sukhavati, mengubah pusat meditasi mereka menjadi Vihara Tanah Suci.

Dapat dilihat bagaimana kuatnya pengaruh Li Yuansong bagi para pengikutnya, dan kepatuhan mereka terhadap gurunya itu; patut dipuji keharmonisan, berkah kebajikan dan jalinan jodoh perkumpulan mereka.

Coba bayangkan, sebuah organisasi yang sedemikian besarnya, dalam waktu sekejab melebur ke dalam Pintu Dharma Tanah Suci dan kawasan Xiangshan akan berubah menjadi “Perkampungan Amitabha” yang pertama di dunia, ini merupakan jalinan jodoh yang bagaimana!

Guru memberi nama Dharma pada Li Yuansong sebagai : Jingsong. Dapat berkesempatan memiliki saudara seperguruan seperti beliau, kami merasa sangat bersukacita.

Guru berkata penyakit yang diderita Upasaka Jingsong semakin kritis, bahkan berkata bahwa orang ini sangat berbakat, jika meninggal dunia begitu saja maka sungguh patut disayangkan. Sejak itu kami menyelenggarakan kegiatan pelafalan Amituofo dan melimpahkan jasa kebajikan ini kepada Upasaka Jingsong, semoga lekas sembuh dan memberi manfaat bagi orang banyak.

Guru menyampaikan pesan kepada Upasaka Jingsong supaya mengikrarkan tekad di hadapan rupang Buddha :

Yang pertama adalah menjalani pola hidup vegetarian, semoga tindakannya ini dapat mempengaruhi seluruh pengikutnya supaya ikut bervegetarian. Dengan demikian dapat menyelamatkan banyak nyawa makhluk hidup, jasa kebajikan ini sangat besar, dilimpahkan untuk kesembuhan penyakitnya.

Yang kedua, apabila penyakitnya bisa sembuh, semoga dia bersedia meninggalkan keduniawian, menyebarluaskan Pintu Dharma Tanah Suci, menyelamatkan para makhluk yang menderita yang tak terhingga dan tanpa batas.

Upasaka Jingsong setelah mendengar pesan guru, segera turun dari tempat pembaringan, berjalan ke hadapan altar Buddha, dengan penuh ketulusan melakukan namaskara, lalu mengikrarkan dua butir tekad tersebut. Pada hari itu juga rasa sakitnya sudah berkurang, sudah dapat tertidur pulas. Setelah mendapat kabar ini, saya jadi ikut terhibur.

Guru juga pernah ke Rumah Sakit mengunjungi Upasaka Jingsong. Saat itu kondisi Upasaka Jingsong sudah sangat lemah, namun tetap menolak dipapah orang lain, dia memaksakan diri turun dari tempat pembaringan dan hendak bernamaskara pada guru, guru sudah menolaknya, namun Upasaka Jingsong tetapi bersikukuh mewujudkan keinginan terakhirnya.

Tidak sampai dua hari kemudian, pukul 3 lewat, sore hari, guru meneleponku, beliau akan segera terbang ke Taipei; Upasaka Jingsong telah meninggal dunia! Hari itu bertepatan dengan lunar bulan 11 hari ke-17, peringatan HUT Buddha Amitabha.

Kami segera menyelenggarakan upacara kebaktian melafal Amituofo dan melimpahkan jasa kebajikan ini kepada Upasaka Jingsong.

Setelah meninggal dunia, murid-muridnya memakaikan jubah Sangha pada jenazahnya dan menyapanya sebagai “Venerable Jingsong”. Setelah itu mereka juga menyelenggarakan kebaktian pelafalan Amituofo selama 49 hari berturut-turut, sehari 9 jam.

Ditulis oleh : Venerable Jingzong
Pada Tahun 2003, lunar bulan 12 hari ke-7.


淨嵩法師
--李元松老師的淨土法緣
 
        大約十月的一天,師父(慧淨法師)來電話讓我去看一看「現代禪」的網站。師父從來不曾叫我們看哪家網站,想來必有其因緣。結果一上網,「現代禪」打不開,回稟師父,師父說:「這就對了。」接著告訴我的事確實令我震驚。

        師父說:「現代禪是一個國際性的佛學組織機構,他們辦的網站也是國際性的,有中英日德數種文字,很有影響。但他們已決定從現在起永久關閉現代禪,原來所印的近二十種現代禪的書,從今以後也都一本不再印行了。」

        究竟發生了什麼事呢?師父接著說:「前一段時間,有人給我打電話,詢問有關淨土法義,阿彌陀佛的本願。他看過法爾出版社出版的淨土真宗的書,最近也接觸到我所編的有關善導大師的本願念佛思想的書,心中頗費抉擇。我向他說明了淨土真宗與善導大師思想的不同之處,經過我的說明,他也就完全明白而安心念佛。前後共打了幾通電話,他都沒有說他是何人,只是說他們是臺北的一家學佛團體。我也沒有問他是何人。後來他才說他是現代禪的李元松,並要求歸依。哎呀!以李老師他在佛教界的影響與名位,我慧淨給他提皮包還不夠格呢!」

        師父一貫是如此的謙德與靜默。對方不說他是誰,師父絕不會好奇地問對方是何人;既然是問法,只要將法義說明就好了,再也不會多一句閒話。對方要歸依,他卻說自己不夠資格,絲毫沒有「某某人都歸依我」的那種自大。真是令人感動!

        然而,究竟是何因緣促動李老師來給師父打電話呢?原來他因得了重病,而李老師既然創辦現代禪,他就有責任引領現代禪的大眾邁向佛法的最高峰,如果沒有把大眾帶到一個可以解脫的法門的話,豈不是責任未了?雖約略知道彌陀本願,但還是有些許疑惑,所以便打電話來請問慧淨法師,以求決疑。並推薦淨土法門給現代禪同修及廣大讀者,以示對他們慧命的負責。

        李老師是「現代禪」的創始人,我雖不甚瞭解,可是久聞大名。他的棄禪從淨是非常徹底的,沒有一絲牽牽掛掛:
        他自己解散了自己創辦的「現代禪」。
        他自己停印自己以前的一切著作。
        他徹底投入淨土門,歸依於慧淨法師門下。

        因為他的棄禪從淨,現代禪便完全徹底消失。這種徹底的自我否定,需要何等的勇氣與力量!而這種毅然決然的作風,也正是一個真正求道的禪者的風骨吧!我不禁對李老師這個人充滿了敬意。

        後來從師父那裏瞭解的也越來越多。

        一般人一旦小有名望,少有不在人前護惜自己的短處,乃至不懂裝懂。李老師卻是一個非常謙德而又非常坦誠毫不掩飾自己的不足的人,他自說未受過正式高等教育,還有許多無知之處,所出的書皆是由他口述再由門下弟子記錄而成。

        他雖為一派門主,卻毫無自高自大;為人謙卑柔和,恭順有禮,敬重教界學界的善知識以及所有與其見面的人。

        作為朋友,他不僅謙和自下,而且甚具俠膽義腸,寧願人負我,不願我負人;所以和他交往的人,即便未必完全同意他的觀點,但幾乎沒有不讚歎他的人格的。

        他因德化感召的力量,深得門下弟子的擁戴,並創立現代禪教團。在他的住所「象山」周圍,就有一百五十戶搬來同住,而形成「象山社區」。成員中,多有教授、博士、醫師、律師、音樂家、畫家、書法家、作家等高級知識分子,各類人才濟濟;而皆生死心切,於物質生活上淡泊知足,只求衣食飽暖,以便所餘時間及精力全部投入修行。

        他自己歸於淨土門後,並沒有強行一律要求門下弟子也一同轉向,而是尊重他們,由個人自行選擇。結果原現代禪所有成員,全部轉入淨土門,成立「彌陀共修會」,下分六個念佛小組;改辦淨土網站,改印淨土教典,改禪坐中心為念佛堂,堂內貼滿念佛法語,終日念佛。
由此可知李元松老師對其弟子的影響力,也可知弟子對老師的是如何的敬重追隨;不禁讚歎其家門和諧純孝而又深具福德因緣。想想看,如此龐大的一個國際性學佛團體,一時全部頓入淨土門,而象山社區將成為全球第一個真正意義上的「彌陀村」,這是何等的因緣!無論如何,這是佛教界值得大書的一件事。

        師父為他取法名:淨嵩。嵩乃高字上一個山。山本來就很高,而又在高字之上,即是高山之上的高山,「淨嵩」即喻淨土法門乃是佛法中歸宗結頂之法門,更無有上,也當暗示著師父對他的期望吧。

        能得這樣的人作為法門兄弟,我們覺得很高興。師父說淨嵩居士的病很重,並說:「他是一個大可作為的人,如果早逝,真是太可惜了。如果可能的話,我願意減幾年的壽命給他。」聽完師父的話,真的無言以答。師父的慈悲,淨嵩居士的病情在我的心中交激,我能做什麼呢?為淨嵩居士減壽嗎?為師父減壽嗎?從那天起,我們便同時在安徽佛林淨寺、長沙開元寺、咸陽福聖寺、瀋陽大佛寺念佛為淨嵩居士迴向,望其早日康復,有益於法門,有益於眾生。

        我們都殷切地盼望淨嵩居士的病能很快好起來,師父也托人帶話給淨嵩居士,讓他面對佛像發兩個願:一、自己全部素食,也希望通過他的行為帶動整個團體素食。如此每天便有很多眾生得救,功德很大,迴向病癒,最有力量。二、如能病好,即現出家身相,弘揚本願念佛,救度無邊無際的苦惱眾生。淨嵩居士轉聞師諭,立即從病床上起來,顫微微地來到佛前,至誠恭敬頂禮,發了這兩個大願。而當天也就病痛輕微,能夠入眠了。得知這個消息,我的心覺得安慰不少,心想總能好起來的。

        師父也去病房探視淨嵩居士一次,這是他們師徒第一次見面。淨嵩居士的病體已十分虛弱,但仍然堅持讓人扶起,欲從床上下來向師父頂禮,師父則一再謙讓。在這小小的病房,在這生命的最後關頭,僧俗相對,師徒見面,一者一再慈悲謙讓,一者重法敬人懇意禮拜,此情此景,何其令人感動!

        雖有病體交纏,而得法身自在,則病亦非病;
        將棄無常穢軀,而獲無量光壽,則死豈真死。
        面對弘揚彌陀本願救度法門的師父,豈容不禮!

        淨嵩居士禮拜了,一拜……再拜……三拜……!我看見微弱的生命火花,交徹著阿彌陀佛的無量光明,朗照宇宙萬有;復生命本有之尊嚴,還我人萬德之華美。我看見孱弱的身體現出金剛那羅延不壞之身,高貴的頭顱第一次見得如此高貴;天上天下,唯我獨尊。身輪曲躬,法輪旋轉,諸佛菩薩一時齊入此身中,一時說盡無量法,一時度盡無量眾生。

        此時無語言,唯可聽見淨嵩居士嚎啕大哭聲。委屈了,曠劫的流轉;慶幸啊,今日的永生!
        讚曰:
        淚灑娑婆三千界    聲聞極樂十億程
        甘輸歷劫英雄氣
    卻換一片兒女情
        勸君莫作等閒想
    不經寒冬不知春

        師父沒有說他們這一次談話的內容,我想,彌陀光中的兩位巨人,腳踏生死線,悠閒地漫步,或語無語,無非精妙法義。南無阿彌陀佛!
        臨別,淨嵩居士亦復至誠三禮。

        沒兩天,下午三點多鐘,我與淨果法師、賴祥興教授從市政府剛談完廣教寺的事回來,師父即打來電話來說,他馬上要飛去臺北;淨嵩居士往生了!

        時正冬月十七,彌陀誕。

       聞訊不免黯然神傷,我們隨即在佛前做了一個最簡單的念佛迴向。

        淨嵩法師最後現僧相,其門下亦尊稱為「淨嵩法師」。往生後大眾願為其念佛四十九日迴向,每日九小時,瑞相頻傳;又言多人寫來紀念文章,將彙集以出專集等等。

        這固然是為他此一生在畫最後圓滿的句號,而我在想,淨嵩法師的弘願還只是剛開始呢。其生前的兩大願望:一願疾病速癒,彌陀慈父已徹底滿了此願,不僅療此幻軀之病,且徹底拔除無始無明病根。二願現僧相弘揚本願念佛,其僧相已現,其團體亦已全數齊入念佛門,而聞其德風高誼,自審根機,歸依於本願念佛法門之人又不知將有幾千萬萬。然則眾生無盡,此願無窮,祈願淨嵩法師無量光中速返娑婆,以菩薩之身,為我等之提攜,為我等之良導,駕六字慈航,泛生死苦海;撈獄種罪根,置涅槃彼岸。

○○三年十二月初七日(農曆)