Wednesday, January 22, 2020

06 Sembuh dari Tumor Paru-paru


Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 06
Sembuh dari Tumor Paru-paru

Akhir tahun 2004 di Paru-paru Papa mertua tumbuh tumor, ukurannya sekitar 4.5×4.9. Waktu itu beliau telah berusia 75 tahun, menolak menjalani pembedahan, lebih memercayai obat herbal tradisional guna menyembuhkan penyakitnya.

Saya jadi terpikir untuk melafal Amituofo buat Papa mertua, tetapi waktu itu suamiku masih belum meyakini Ajaran Buddha, saya bilang pada suamiku : “Saya berharap setiap hari kita dapat meluangkan sedikit waktu untuk melafal Amituofo buat Papa, hal ini pasti bermanfaat buat Papa. Jika anda tidak setuju, saya melafal sendirian saja. Tetapi anda adalah putra kandung, ketulusanmu pasti melampaui diriku, sehingga hasilnya pasti juga melampaui diriku”.

Suamiku termasuk putra yang sangat berbakti, penyakit Papa membuatnya bersedih hingga mengalirkan air mata. Mulanya saya mengira dia tidak tahu melafal Amituofo, siapa yang menduga dia malah berkata : “Ini merupakan hal yang bagus, mulai sekarang tiap malam kita melafal Amituofo buat Papa”.

Sejak itu, kami sekeluarga tiga orang tiap malam melafal Amituofo dan melimpahkan jasa buat Papa, tiap kali waktunya berkisar 15 menit sampai setengah jam lamanya.

Pada bulan Maret 2005, kami membawa laporan Tomografi terkomputasi atau CT Scan, ke Rumah Sakit Paru-paru Beijing, untuk diperlihatkan kepada dokter, dokter mengatakan adanya pembengkakan kelenjar getah bening, saya dan keluargaku merasa sangat berduka, tetapi hal ini tidak menyurutkan semangat kami untuk melanjutkan melafal Amituofo.

Pertengahan bulan April, hampir sepanjang malam saya melafal Amituofo, ketika jam menunjukkan sekitar pukul 6 pagi, saya mulai mengantuk, teringat kata-kata dokter, tiba-tiba saya merasa putus asa, lalu pada saat ini sepertinya saya tertidur sejenak.

Saya bermimpi melihat Bodhisattva Avalokitesvara berkata padaku : “Anda jangan merisaukan masalah keluarga, serahkan saja padaKu”. Saya berteriak : “Bodhisattva akan membantuku!”, lalu terbangun.

Beberapa hari kemudian kami membawa Papa ke Beijing untuk menjalani pemeriksaan ulang, Papa masuk ke dalam ruang radiologi, sementara suamiku mengamati layar komputer di luar, tiba-tiba dia tercengang : “Ada apa ini?  Tumornya tidak tampak lagi! Sudah berubah jadi kabut!”

Dokter bertanya pada kami : “Apakah hasil CT Scan yang kalian perlihatkan tempo hari adalah hasil pemeriksaan terbaru?”

Kami menjawab : “Betul!”.

Dokter segera mengundang dokter ketua divisi Radiologi, untuk memastikan apakah masih ada tumor atau tidak, begitu melihatnya, dokter ketua segera berkata : “Mana ada tumor lagi, cuma peradangan akut saja!”

Dokter ini jadi sangat keheranan, bagaimana tumor itu bisa hilang dalam waktu singkat. Sejak itu suamiku jadi yakin bahwa kekuatan Buddha sungguh tak terbayangkan, kini dia telah ikut menjadi seorang praktisi pelafal Amituofo.

(Ditulis oleh Fo Ci di Tianjin, 19 April 2013 )

Disadur dari ebook berjudul :
《念佛癒病》(一)


七、虔心念佛 腫瘤消失

二○○四年年底公公的肺長了個腫瘤大約4.5×4.9大小當時老人家已七十五歲他自己堅持不開刀用中藥保守治療

我想到要給他念佛當時先生還不信佛我就跟先生說「我希望我們每天抽出一定的時間給爸爸念佛這一定對爸爸有好處如果你不同意我自己念就好不過你是親兒子真誠心會大過我你念的效力也會大過我」先生是個非常孝順的兒子父親的病讓他難過到掉淚我以為他不會念佛想不到先生回答我說「這是好事啊我們從今天晚上開始就給爸爸念佛」於是我們一家三口每天晚上給父親念佛每次約念十五分到半小時

二○○五年三月我們拿著電腦斷層掃描片去北京肺科腫瘤醫院找大夫看當時大夫說已有淋巴結腫大有轉移跡象我和先生、孩子都很難過不過更加緊了念佛

四月間有一天我念佛近乎念了一夜快到清晨六點左右有些迷糊這時想到大夫說已經有轉移跡象突然就感到一陣絕望就在這時好像是打了個瞌睡就夢到觀音菩薩來了他跟我說「家裡的事你不要著急我幫你弄」於是我大聲喊著「你幫我弄你幫我弄!」就醒來了幾天後我們帶著父親去北京複查父親進了放射科照相室大夫在外面電腦上看突然間他驚呼「不對呀!腫瘤怎麼沒了?變成了霧狀!」然後扭頭問我和先生「你們上次讓我看的片子是最近照的嗎?」我們說「是啊!」他馬上又叫來放射科主任來看是否有腫瘤主任看了一眼說「哪裡來的腫瘤典型的炎症啊!」這位大夫很是驚奇他驚訝怎麼這麼快腫瘤就不見了此後先生也相信了佛力不可思議和我一起念佛了

(天津佛慈居士記錄 二○一三年四月十九日)

摘錄自 :
《念佛癒病》(一)